Warga Desa Wanawali Purwakarta Kecewa Pembangunan Jalan Patungan, Anggaran Dana Desa Tidak Jelas
Pemerintah memiliki beberapa program untuk membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti:
1. Program Pembangunan Desa
2. Dana Desa
3. Program Infrastruktur
4.Program Ketahanan Pangan
Program-program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa melalui pembangunan infrastruktur, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.
Namun, di Purwakarta, masyarakat setempat melakukan gotong-royong dan patungan untuk memperbaiki jalan pertanian di Desa Wanawali, Kecamatan Cibatu. Ini menunjukkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan desa.
Namun yang jadi pertanyaan publik kamana anggaran dana desa Wamawali sehingga masyarakat harus patungan untuk merehab jalan pertanian melalui gotong royong, ucap watak setempat.
Saat dikonfirmasi wartawan Mita selaku ketua RT 10 kampung OA mengatakan dan membenarkan bahwa perbaikan pertanian hasil dari patungan warga dan di kerjalan secara gotong royong, ungkapnya.

“Kami sudah beberapa kali mengajukan pembangunan jalan pertanian ini melalui.fana desa,namun tidak pernah dikabulkan oleh Kades terpaksa kami patungan karena jalan ini sangat penting bagi warga,” ujar Mita.
“Alhamdulillah dari warga ada yang nyumbang semen,batu kerikil ,pasir untk perbaikan jalan pertanian ini, jalan ini sejak ada program PNPM jalan ini belum pernah disentuh perbaikan,”tambah Mita.
Mita yang baru menjabat 1 bulan sebagai ketua RT sampai saat ini Surat Keputusan (SK) nya belum di berikan oleh
Kades Wanawali.
Dari hasil konfirmasi juga dikatakan oleh Asep dan Joni dari anggota Karangtaruna desa Wanawali bahwa pembangunan saluran jalan Tani tersebut menggunakan dana desa tapi tidak jelas anggaran nya,bebernya.
Selain itu juga terkait program ketahanan pangan di desa Wanawali tidak jelas anggaran nya untuk menutupi pembangunan jalan yang lainnya.
Sementara itu Pupung selaku Kaur Perencanaan saat dikonfirmasi mengatakan bahwa proyek pekerjaan saluran air (drainase) menggunakan anggaran dana desa sebesar Rp. 90 juta denga panjang saluran 90 meter,terkait lebar dan kekebalannya Pupung tidak tahu, jelasnya.
Wawan selaku TPK saat akan dikonfirmasi tidak bersedia, sampai berita ini dipublikasikan awak media masih mengkonfirmasi Kades Wanawali.
(Tim KWCP/Red)















