Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Menangis, Wisata Ilegal di Puncak Bogor Biang Penyebab Banjir
Pemerintah Provinsi Jawa Barat akhirnya mengambil tindakan tegas dengan membongkar kawasan wisata Hibisc Fantasy yang berlokasi di Puncak, Bogor. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara langsung turun tangan dalam proses pembongkaran dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat setempat.
Dedi Mulyadi mengakui bahwa pembukaan kawasan wisata tersebut oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jaswita telah menimbulkan keresahan masyarakat. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar peruntukan kawasan Puncak sebagai wilayah perkebunan dan resapan air.
“Saya minta maaf sebagai perwakilan Pemda Provinsi Jabar. Melalui BUMD Jaswita, kami membuka areal wisata di kawasan perkebunan yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Bangunan tanpa izin telah kami bongkar. Kawasan perkebunan teh bukan untuk didirikan bangunan. Jika melanggar aturan, ya harus kita tindak,” ujar Dedi dalam pernyataannya melalui akun TikTok resminya, @dedimulyadi71.
Alih fungsi lahan di kawasan Puncak telah lama menjadi sorotan publik, terutama akibat dampaknya terhadap lingkungan, seperti pencemaran sungai dan kerusakan lahan perkebunan. Dedi menegaskan bahwa pembongkaran ini dilakukan untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan Puncak dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dalam momen emosional, Dedi Mulyadi menangis dan menjelaskan makna mendalam gunung bagi budaya Sunda. Ia mengungkapkan kesedihannya atas kerusakan yang terjadi.
“Saya ini termasuk orang yang sangat menghormati gunung. Ketika gunung dirusak demi kepentingan komersial, hanya untuk kesenangan dan keuntungan uang, saya menangis. Sebagai orang Sunda, martabat saya merasa direndahkan,” ujar Dedi.
Ia menambahkan bahwa gunung bukan hanya simbol alam, tetapi juga kehormatan dan warisan budaya yang harus dijaga.
Dedi memastikan pemerintah akan terus mengawasi aktivitas pembangunan di kawasan Puncak agar tidak terjadi lagi kerusakan lingkungan dan konflik dengan masyarakat.
Langkah tegas ini diharapkan menjadi awal dari pemulihan kawasan Puncak sebagai paru-paru hijau dan simbol kebanggaan masyarakat Jawa Barat.**
(ER)















