Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintahan » Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Gelar Rapat Koordinasi Terkait Kebijakan Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2025

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Gelar Rapat Koordinasi Terkait Kebijakan Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2025

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Gelar Rapat Koordinasi Terkait Kebijakan Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2025

PENAJAM Temporatur.com-Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar rapat koordinasi membahas kebijakan pencanangan dana transfer ke daerah (TKD) Tahun 2025 yang berdampak pada penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten PPU Tahun 2025.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, dan berlangsung pada Kamis kemarin (13/02/2025) di ruang rapat lantai III Kantor Pemkab PPU.

Rapat ini dihadiri oleh Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Asisten I, Kepala Bapelibang, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Tohar menegaskan bahwa kebijakan efisiensi yang diterapkan oleh pemerintah pusat berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 akan berdampak pada berbagai aspek pengelolaan keuangan daerah. “Saat ini kita berada di pertengahan Februari, artinya kita telah menjalani masa pelaksanaan APBD 2025. Namun, dalam waktu singkat, ada kebijakan struktural dari pemerintah pusat melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja yang harus diimplementasikan oleh pemerintah daerah,” ungkapnya.

Tohar menjelaskan bahwa kebijakan ini menuntut perubahan dalam pengelolaan Transfer ke Daerah (TKD). Kementerian Keuangan akan menyesuaikan regulasi terkait TKD, sementara Kementerian Dalam Negeri sebagai pengawas penyelenggaraan pemerintahan daerah akan mengeluarkan instruksi tata kelola pemerintahan daerah, termasuk aspek pengelolaan keuangan daerah.

“Kami memanfaatkan forum ini untuk menyampaikan dampak kebijakan tersebut kepada seluruh pemangku kepentingan di daerah. Salah satu dampak nyata adalah revisi alokasi anggaran yang akan dijadikan pijakan dalam APBD 2025. Saat ini, kita baru membahas efisiensi dalam belanja operasional, sementara belanja modal dan fisik belum dibahas lebih lanjut sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat,” tambah Tohar.

Lebih lanjut, Kepala BKAD PPU, Muhajir, menjelaskan bahwa dampak dari Inpres tersebut berpengaruh langsung terhadap pendapatan daerah. Beberapa poin utama yang mengalami perubahan adalah:

1. Dana Alokasi Umum (DAU): Penggunaannya mengalami pengurangan sekitar Rp20 miliar.
2. Dana Alokasi Khusus (DAK): Secara nasional terjadi pemotongan sebesar Rp13 triliun, sedangkan Kabupaten PPU mengalami pengurangan sekitar Rp32 miliar. Bahkan, DAK fisik bidang konektivitas jalan hilang sepenuhnya.
3. Kurang Bayar Dana Bagi Hasil (DBH): Walaupun Keputusan Menteri Keuangan (KMK) belum diterbitkan, estimasi menunjukkan pengurangan sekitar Rp118 miliar.

Muhajir menambahkan bahwa kebijakan ini menuntut rasionalisasi dan efisiensi belanja di seluruh OPD. “Kami sudah mengeluarkan surat edaran terkait tindak lanjut Inpres pada Januari lalu. Namun, masih ada OPD yang belum sepenuhnya menerapkan kebijakan ini. Oleh karena itu, hari ini kita kembali menegaskan pentingnya efisiensi belanja operasional seperti belanja perjalanan dinas, bahan bakar, pemeliharaan, dan pengeluaran lain yang masih dapat diefisienkan,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab PPU juga akan berkoordinasi dengan DPRD untuk membahas langkah-langkah lanjutan terkait kebijakan ini. “Kami tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak, sehingga pembahasan lebih lanjut dengan legislatif sangat diperlukan, terutama untuk belanja infrastruktur dan modal. Nantinya, setelah transisi kepemimpinan daerah selesai, kebijakan ini akan kembali dikaji dan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan daerah,” tutupnya.

Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal bagi Pemkab PPU dalam menghadapi tantangan fiskal yang ada, sekaligus memastikan bahwa pengelolaan keuangan daerah tetap berjalan secara efektif dan efisien sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat.(Pan)

Sumber:DiskominfoPPU

 

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunjungan Kerja Hashim Djojohadikusumo di Tapanuli Utara Fokuskan Pemulihan Lingkungan Pascabencana

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Suryo Sudharmo
    • 0Komentar

    Tapanuli Utara – Temporatur.com |Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, Minggu (11/1). Kunjungan tersebut difokuskan pada upaya pemulihan lingkungan serta percepatan penanganan wilayah terdampak bencana alam. Hashim tiba di Bandara Silangit sekitar pukul 08.15 WIB dan disambut secara adat melalui tortor serta pengalungan ulos […]

  • Pj Bupati Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin Hadiri Panen Raya di Desa Muara Sindang

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    *Pj Bupati Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin Hadiri Panen Raya di Desa Muara Sindang*

    Empat Lawang – Temporatur.com

    Pj Bupati Empat Lawang, Fauzan Khoiri Denin, bersama masyarakat Desa Muara Sindang, Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), melakukan panen raya padi pada Kamis (15/8/2024). Suasana haru dan gembira terpancar dari wajah para petani, yang merayakan keberhasilan panen kali ini. Acara panen raya tersebut turut dihadiri oleh Ketua TP-PKK Empat Lawang, Pj Sekda Empat Lawang, beberapa Kepala OPD Empat Lawang, Forkopimcam Paiker, serta para tokoh masyarakat dan agama setempat.

    Dalam sambutannya, Pj Bupati Fauzan Khoiri Denin menyampaikan rasa syukur atas hasil panen yang luar biasa ini. Beliau berharap keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan para petani, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat di Kecamatan Paiker dan Empat Lawang secara keseluruhan. “Kami berharap hasil panen ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat, serta menjaga stabilitas pasokan pangan dan pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar beliau.

    Lebih lanjut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang, Hendra Lezi, menjelaskan bahwa panen raya kali ini dilakukan di lahan sawah seluas 50 hektar, dengan benih padi yang diberikan oleh Kementerian Pertanian. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan dan kerjasama yang kuat antara pemerintah daerah, pihak terkait, dan tentunya para petani yang gigih bekerja keras merawat tanaman padi hingga panen tiba.

    Acara panen raya ini juga turut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap kemajuan sektor pertanian di daerah tersebut. Semangat dan kerjasama yang terjalin dalam pelaksanaan panen raya menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani.

    Semoga keberhasilan panen raya padi kali ini dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Empat Lawang. Mari terus bersatu dalam mengembangkan sektor pertanian demi mencapai kehidupan yang lebih baik bagi semua. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan panen raya ini.

  • Foto Istimewa

    Masa Depan Politik Indonesia: Sebuah Panggilan untuk Sikap yang Konsisten dan Jelas

    • calendar_month Sabtu, 28 Okt 2023
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Masa Depan Politik Indonesia: Sebuah Panggilan untuk Sikap yang Konsisten dan Jelas

  • Seminar Kebangsaan: Merayakan 60 Tahun SMAK 1 BPK PENABUR Bandung dengan Semangat Persatuan dan Harmoni

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Bandung, 9 Agustus 2025 – Dalam rangka menyambut perayaan ulang tahun ke-60 SMAK 1 BPK PENABUR Bandung, Keluarga Besar Alumni (KBA) menyelenggarakan sebuah Seminar Kebangsaan bertajuk “Bersatu Berdaulat dalam Harmoni”, yang digelar di Gedung Graha Surya Priangan, Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP), Bandung, pada Sabtu pagi (9/8). Acara ini menjadi wadah pertemuan lintas generasi, lintas […]

  • Ilustrasi foto

    Mengejutkan !!Penerima Bansos Salah Sasaran Puluhan Ribu Pegawai BUMN, Ribuan  Berstatus Dokter dan  Manager

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Penerima bansos yang tidak tepat sasaran menjadi perhatian serius pemerintah.Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab ddisapa Gus Ipul mengungkapkan bahwa Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan banyak penerima bansos dengan status pekerjaan tidak wajar. Contohnya, ada 27.932 orang yang mengaku sebagai pegawai BUMN, 7.479 dokter, dan lebih dari 6.000 orang berprofesi sebagai eksekutif atau manajerial.

  • Sungai Lematang Meluap, 10 Desa di Tanah Abang Terendam: Polisi Siaga Evakuasi Warga

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Suryo Sudharmo
    • 0Komentar

    PALI — Temporatur.com, Luapan Sungai Lematang kembali mengancam wilayah Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Akibat curah hujan tinggi dan kiriman air dari daerah hulu, 10 desa di bantaran sungai terendam banjir, Rabu (4/2/2026). Ketinggian air bervariasi mulai dari 5 hingga 130 sentimeter, dengan kondisi terparah terjadi di Desa Curup, di mana […]

expand_less