Ketua Kelompok Tani di Kabupaten Sumenep, Diduga Menyalahgunakan Kewenangan Korupsi Berjama’ah

Ketua Kelompok Tani di Kabupaten Sumenep, Diduga Menyalahgunakan Kewenangan Korupsi Berjama’ah
Foto : Proyek Irigasi Perpipaan di Desa Meddelan yang di soal.

Ketua Kelompok Tani di Kabupaten Sumenep, Diduga Menyalahgunakan Kewenangan Korupsi Berjama’ah

SUMENEP,-  Temporatur.com

Setelah di lakukan investigasi di lapangan terkait Pekerjaan Proyek Irigasi perpipaan, di Desa Meddelan Kec. Lenteng Sumenep, sebagai pelaksana kegiaatan adalah UPKK. Poktan Al-Muhaimin.

Hal diatas disampaikan oleh, Ketua Ormas DPC. Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kab. Sumenep, Misnadin ST kepada media.

Menurut Misnadin, proyek yang digunakan sebagai sarana prasarana bagi petani itu dibangun diareal pemukiman warga dan terindikasi tidak sesuai dengan prosedur dan penggunaan.

” Proyek irigasi perpipaan itu semestinya diletakkan di areal pesawahan yang sumber mata airnya jelas, dan peruntukannya juga jelas bagi petani ”

Bacaan Lainnya

Kata dia, secara prosedural sudah nyata-nyata salah, apalagi sistem proyek pekerjaannya, maka semakin yakin terindikasi bermasalah. Tudingnya.

Misnadin menyoal, dalam pengelolaan dan pelaksanaan proyek irigasi perpipaan itu ada banyak keterlibatan oknom yang bermain dibalik layar, makanya saya akan ungkap, untuk menyelamatkan anggaran yang menggunakan dana APBN TP. Tahun 2024 itu. Tegasnya

Disoal banyak yang terlibat dalam proyek irigasi perpipaan di desa Meddelan itu, Misnadin, berjanji akan ungkap semuanya satu persatu, hanya saja, sambungnya, dia sulit menemui Kordinator Penyuluh (Korluh) Kec. Lenteng Kab. Sumenep. Tudingnya

” Saya sudah sering ke Kantor Kurluh pertanian kec. Lenteng, namun tak pernah ketemu, selalu monitoring ke bawah, kata salah satu anggota staffnya di kantor”

Ia juga mengatakan, kalau pihaknya sudah melakukan iktikad baik, dalam melakukan investigasi dan konsultasi terkait adanya proyek irigasi perpipaan yang syarat dengan permainan. Jelasnya

” Saya menduga pekerjaan itu hanya akal-akalan saja, karena hanya ada saluran Pipa tapi belum ada pengeboran, hal ini kan lucu, pipanya dialirkan tapi pengeborannya dan sumber mata airnya tidak ada”

Saat di konfirmasi, ketua kelompok Al-Muhaimin Desa Meddelan Kec. Lenteng, Sumenep, kata Misnadin, Ketua poktan mengaku, masih mau di lakukan pengeboran di Bulan Mei 2025 mendatang.

Padahal, Sambungnya, pelaksana kegiatan tersebut, ditahun anggaran 2024 ini persoalan panjang yang akan menyeret banyak oknom yang bermain dibalik layar proyek irigasi perpipaan di Desa Meddelan.

Hal ini tidak hanya di desa Meddelan, melainkan juga terjadi kepada para kelompok Tani yang lain khusus di Kec. Lenteng. Pungkasnya (Moh. Anwar// Bersambung)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *