Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » Pemkab Bekasi Raih Penghargaan Kemendagri  Kategori Terbaik Daya Saing Daerah Fiskal

Pemkab Bekasi Raih Penghargaan Kemendagri  Kategori Terbaik Daya Saing Daerah Fiskal

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Sabtu, 14 Des 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemkab Bekasi Raih Penghargaan Kemendagri  Kategori Terbaik Daya Saing Daerah Fiskal

Jakarta  – Temporatur.com

Pemerintah Kabupaten Bekasi menerima penghargaan sebagai Kabupaten Terbaik Kategori Daya Saing Daerah Fiskal Sedang dari Kementerian Dalam Negeri bersama Tempo Media Group pada acara Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Tahun 2024.

Penghargaan diterima langsung oleh Pj Bupati Bekasi Dedy Supriyadi pada acara Malam Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2024 di Hotel JW Marriot Jakarta, pada Kamis (12/12/2024).

“Ya, penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi, dan tentunya menjadi penyemangat bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan program konkret kepada masyarakat,” kata Dedy Supriyadi.

Pj Bupati Dedy Supriyadi mengatakan, penghargaan yang diraih Kabupaten Bekasi telah melalui proses penilaian yang independen dari tim yang kompeten dengan melihat langsung kondisi di lapangan.

“Saya ucapkan terimakasih atas apresiasi ini, dan kami akan lebih semangat dalam melayani masyarakat, dan mewujudkan daya saing daerah yang menjadi harapan warga Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.

Pj Bupati menyampaikan, salah satu yang akan terus dijaga adalah daya saing industri Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.

“Kami akan komitmen dan konsisten menjaga iklim investasi, agar dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional, dengan kemudahan perijinan dan nilai investasi yang semakin meningkat,” ucapnya.**

(Red)

Sumber: Diskominfosantik

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Telkom Indonesia Dorong Transformasi Digital Inklusif Melalui Forum AI Connecting The Dots di Bandung

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Telkom Indonesia Dorong Transformasi Digital Inklusif Melalui Forum AI Connecting The Dots di Bandung

  • Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Tanah Waga Korban Kebakaran Diklaim Jababeka?

    • calendar_month Jumat, 16 Feb 2024
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Tanah Waga Korban Kebakaran Diklaim Jababeka?

  • Foto Istimewa

    Tidak Puas Jawaban Kadiv Humas Mabes  Polri, Kate Victoria Lim Tagih Janji Presisi Berkeadilan Kapolri

    • calendar_month Selasa, 12 Sep 2023
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Tidak Puas Jawaban Kadiv Humas Mabes  Polri, Kate Victoria Lim Taguh Janji Presisi Berkeadilan Kapolri

  • Petani Pengelola Lahan Balai  Benih Kecamatan Pebayuran,  Keluhkan Kebijakan  UPTD yang Tak Berpihak

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    PETANI PENGELOLA

    Sejumlah petani penggarap yang mengelola lahan Balai Benih di Kampung Tambun, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan pemberhentian sementara pengelolaan lahan yang diterapkan oleh UPTD Balai Benih. Kebijakan ini dianggap tidak disertai dengan musyawarah yang memadai dan pemberitahuan yang jelas, sehingga menimbulkan kesan seperti pemecatan tanpa alasan yang sah.

    Dalam pertemuan yang digelar hari ini, Dede, perwakilan dari UPTD Balai Benih Karangharja, menjelaskan bahwa keputusan pemberhentian sementara tersebut diambil sebagai langkah antisipasi akibat pemberitaan yang viral di media. Namun, kebijakan ini tidak memberikan kejelasan bagi petani terkait nasib mereka ke depan, dan tidak melibatkan komunikasi yang baik antara pihak UPTD dan penggarap.

    Selain itu, petani juga mengeluhkan tingginya harga pupuk non-subsidi yang membebani mereka, seperti Pupuk Urea Petro N 46% yang dijual seharga Rp 8.500 per kilogram dan Pupuk PHONSKAH seharga Rp 7.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga pupuk bersubsidi yang biasanya dijual dengan harga sekitar Rp 2.250 hingga Rp 2.500 per kilogram. Para petani pun menuntut penjelasan mengenai alasan mereka tidak dapat membeli pupuk subsidi meskipun terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

    Masalah lainnya yang dikeluhkan oleh para petani adalah penetapan harga gabah yang ditawarkan oleh Balai Benih yang dianggap terlalu rendah dibandingkan dengan harga pasar. Hal ini semakin memperburuk kondisi ekonomi para penggarap yang merasa dirugikan. Petani juga menyatakan kesiapan mereka untuk menerima rencana retribusi atau bagi hasil, asalkan pihak UPTD Balai Benih memberikan transparansi dalam pengelolaan dan pelaksanaannya. Para petani menegaskan bahwa mereka siap menerima retribusi sebesar Rp 1.500 per kilogram, namun menolak jika besaran retribusi ditetapkan sebesar Rp 3.000 per kilogram, karena dianggap terlalu memberatkan.

    “Kami selaku pengharap siap terkait dengan cara bagi hasil atau rencana retribusi, namun itu pun jika retribusinya Rp 1.500 per kilogram. Jika ditetapkan Rp 3.000 per kilogram, kami keberatan. Lantas, kami dapat apa jika retribusi sebesar itu? Kami harap pihak UPTD Balai Benih Karangharja dapat lebih transparan dalam kebijakan yang diterapkan dan memberikan penjelasan yang jelas mengenai pengelolaan yang dilakukan,” ungkap para petani.

  • Lakukan ‘Coolling System’ di Kawasan Wisata, Personel Ditpam Obvit Polda Sumsel Gelar Patroli Bersepeda

    • calendar_month Minggu, 4 Feb 2024
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Lakukan ‘Coolling System’ di Kawasan Wisata, Personel Ditpam Obvit Polda Sumsel Gelar Patroli Bersepeda

  • Kemenko Polkam Percepat Pembangunan Infrastruktur Digital di Perbatasan Kalimantan Utara

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Kemenko Polkam Percepat Pembangunan Infrastruktur Digital di Perbatasan Kalimantan Utara

expand_less