Aturan Dibuat Sebagai Komitmen Pada Perubahan Sistem dan Pola Pikir, Harapan Besar Muncul di Bekasi

Aturan Dibuat Sebagai Komitmen Pada Perubahan Sistem dan Pola Pikir, Harapan Besar Muncul di Bekasi
Pemkab Bekasi

Aturan Dibuat Sebagai Komitmen Pada Perubahan Sistem dan Pola Pikir, Harapan Besar Muncul di Bekasi

Bekasi – Temporatur.com

Tokoh masyarakat Bekasi, Sudarisman, menekankan pentingnya penerapan solusi yang tepat dalam setiap kebijakan pimpinan. Menurutnya, solusi yang diberikan tidak boleh sekadar menghukum, tetapi harus diiringi dengan penyediaan alat-alat manajemen yang mendukung, termasuk penerapan sistem yang terintegrasi.

“Ucapan seorang pimpinan harus betul-betul solusi, namun solusi itu bukan menghukum, tapi harus disiapkan dahulu alat-alat manajemennya. Salah satunya adalah sistem yang baik,” ujar Sudarisman, Rabu (13/12).

Ia menambahkan, budaya kecurangan yang masih melekat hanya bisa dihilangkan secara bertahap melalui sistem yang terencana dan menyeluruh. “Kalau tidak dimulai dengan sistem atau aturan, kapan lagi kita bisa memperbaiki kondisi?” tegasnya.

Sementara itu,Seorang Pimred Media Temporatur.com, S. Sudharmo menyatakan sepaham dengan pandangan tersebut. Ia menekankan bahwa perubahan sistem harus diiringi dengan perubahan pola pikir (mindset) masyarakat, serta kesadaran akan dampak dari sebab dan akibat.

Bacaan Lainnya

“Sepaham, merubah sistem dan mindset, pola pikir, serta memahami dampak sebab dan akibat adalah langkah penting,” ucapnya.

Sudarisman juga menyoroti dua faktor utama penyebab kecurangan, yakni lemahnya sistem pengawasan dan niat buruk dari individu. Oleh karena itu, ia berharap pemerintahan baru memiliki kemauan kuat untuk memperbaiki sistem yang terintegrasi, di mana data hanya perlu diinput satu kali dan pembayaran dilakukan langsung kepada pihak yang berhak.

“Jangan ada istilah satu pintu atau satu atap tetapi banyak jendela,” tutupnya dengan mengkritisi praktik birokrasi yang masih menyisakan celah untuk kecurangan.

Dengan komitmen pada perubahan sistem dan pola pikir, harapan besar muncul agar Bekasi menjadi daerah yang lebih transparan, akuntabel, dan bebas dari budaya kecurangan.**

(ER)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *