Diduga Gelapkan Dana Bantuan PIP Siswa, Kepsek SMK Al-Imron Pakamban Laok Angkat Bicara

Diduga Gelapkan Dana Bantuan PIP Siswa, Kepsek SMK Al-Imron Pakamban Laok Angkat Bicara
Keterangan Foto : Kepala Sekolah SMK Al-Imron Pakamban Laok, Moh. Zayyif, bersama Koperwil Jawa Timur Media Temporatur.com, Faisol di Kab. Sumenep. (ft. Moh. Anwar//)

Diduga Gelapkan Dana Bantuan PIP Siswa, Kepsek SMK Al-Imron Pakamban Laok Angkat Bicara

Sumenep – Temporatur.com

Viral di Media sosial, Dugaan pemotongan Dana Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2024 bagi siswa yang di lakukan oleh kepala Sekolah di Kab. Sumenep menyita perhatian publik.

Pelaporan yang di lakukan oleh wali siswa kepada awak media, di nilai sangat berlebihan dan menciderai lembaga pendidikan tempat anaknya menimba ilmu.

Hal tersebut di sampaikan oleh Moh. Zayyif selaku kepala Sekolah SMK Al-Imron Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep.

Kepada Media ini, Pihaknya mengaku orang yang di dhalimi dan di laporkan kepada Media, atas dugaan melakukan pemotongan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa tahun 2024. Katanya

Bacaan Lainnya

” Saya tak menyangka, kalau persoalan PIP di SMK Al-Imron di desa Pakamban Laok itu sampai mencuat dan viral di Medsos dengan berdasarkan laporan Wali Siswa ”

Kata dia, pihaknya sangat menyayangkan, kalau ternyata persoalan PIP yang diterima siswa itu sampai menyita perhatian publik, padahal bantuan yang di terima oleh siswa itu sudah tersampaikan secara prosedural sesuai dengan kebijakan sekolah. Tegasnya

” Saya sudah di panggil oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Kab. Sumenep, terkait pemberitaan yang menyudutkan saya sebagai pelaku yang bertanggungjawab atas proses dan penerimaan PIP untuk siswa ”

Ia juga menjelaskan, Secara prosedural dan kebijakan sekolah, PIP itu sudah di realisasikan dan tidak ada masalah, bahkan antara Wali siswa dan pihak sekolah telah bersepakat untuk tidak mempersoalkan adanya bantuan PIP itu. Jelasnya

Lalu, Kenapa masih ada pelapor dari wali siswa yang merasa terbebani dengan kebijakan sekolah, makanya saya berharap ketidakpuasan ini kita selesaikan secara kelembagaan. Ungkapnya

” Saya sangat senang apabila ada keterbukaan dalam segala hal, sebab, saya juga sebagai control sosial dalam melakukan pengawasan khusus di lembaga pendidikan ”

Apalagi, kata dia, pihaknya sebagai Kepala Sekolah memiliki tanggungjawab yang berat dihadapan Allah, baik secara personal maupun kelembagaan.

Maka, sambungnya, kalau ada persoalan di internal yang berkaitan dengan lembaga, kita selesaikan secara kelembagaan jangan personnya, ayo melalui jalan bermusyawarah,pungkasnya.

(Moh. Anwar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *