Dugaan Korupsi di Dinas Peternakan Kabupaten Purwakarta Mulai Terungkap

Dugaan Korupsi di Dinas Peternakan Kabupaten Purwakarta Mulai Terungkap

Purwakarta, Jawa Barat || Temporatur.com

Dalam lanjutan pemberitaan sebelumnya yang berjudul “Disnakan Kabupaten Purwakarta Mengucurkan Miliaran Rupiah untuk Pengadaan Sarana dan Prasarana Skala Kecil”,

Dengan adamya pemberitaan tersebut media diarahkan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Disnakan) untuk menemui seorang bernama Dian pada Selasa, 28 November 2023.

Dian hadir sebagai perwakilan dari kepala bidang perikanan dan budidaya.

Dian menjelaskan bahwa bantuan anggaran sebesar Rp2,367,935,000 memang telah disalurkan kepada 31 kelompok dengan total 30 desa. Sebagai tambahan informasi, Dian juga mengungkapkan bahwa di Desa Depok sudah ada panen sebanyak 1,3 ton, terangnya kepada media,pada Selasa (28/11/2023).

Lanjut Dian menrangkan bahwa dalam pembagian tersebut, setiap kelompok menerima bantuan dengan total anggaran sebesar Rp76,000,000,00. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk kolam terpal dan kolam tanah. Selain itu, kelompok kolam tanah juga menerima motor roda tiga, pembibitan, pakan ikan lele, ikan nila, obat-obatan, dan genset. Dalam rangka agar masyarakat tahu bahwa ini merupakan bantuan dari dinas, bukan dari desa, Disnakan mensyaratkan pemasangan plang pada kelompok yang menerima bantuan tersebut, tutur Dian.

Bacaan Lainnya

Dian juga menjelaskan bahwa jika plang bantuan dari dinas tidak dipasang oleh kelompok yang bersangkutan, maka sanksi akan diberlakukan dan mereka tidak akan menerima bantuan lagi. Hal ini dilakukan karena pemerintah sudah memberikan modal kepada kelompok ini agar dapat digunakan dengan lebih baik.

Namun, Dian merasa ada kejanggalan dalam hal yang satu ini. Dalam proses tender, ternyata pihak Disnakan tidak mengenal pemenang tender, yaitu CV Mawar Indah. Ketika diminta nomor telepon oleh awak media, pihak CV Mawar Indah ternyata enggan memberikannya.

Dari awal, Disnakan tidak mengenal CV tersebut, namun ada komunikasi yang terjalin. Hal ini menjadi sebuah pertanyaan pada saat itu, ungkap Dian.

Melalui pantauan awak media, telah dikonfirmasi bahwa ada perbedaan selisih anggaran yang digunakan. Kebijakan tersebut tidak sesuai dengan yang telah dijelaskan oleh Dian dan Intan Riyani, kepala bidang perikanan budidaya.

Intan kembali menjelaskan bahwa memang ada pengadaan sarana dan prasarana yang menggunakan anggaran miliaran rupiah dan telah disalurkan kepada 31 kelompok di 30 desa. Setiap kelompok menerima paket dengan anggaran sekitar Rp72 juta, yang mencakup terpal, pembibitan, pakan ikan lele, ikan nila, obat-obatan, dan genset. Selain itu, ada sekitar 21 kelompok yang menerima kolam tanah dengan anggaran sekitar Rp75-76 juta, namun hanya beberapa yang juga mendapatkan motor roda tiga, katanya.

Sementara itu ditempat berbeda,Taslim dari DPP WRC Watch Relation Of Corruption mengatakan dengan tegas bahwa Aparat Penegak Hukum di Kabupaten Purwakarta diminta untuk segera turun ke lapangan dan menyelidiki penggunaan anggaran miliaran tersebut.

” Hal ini penting dilakukan agar tidak ada dugaan korupsi dan untuk memastikan transparansi penggunaan anggaran, tegas Taslim

Selain itu,sambung Taslim, juga diminta agar Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) segera dipanggil oleh Aparat Penegak Hukum.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih terus menggali informasi lebih dalam lagi.Awak Meda coba mengkonfirmasi Pj Bupati Purwakarta dan Aparat Penegak Hukum namun belum dapat dikonfirmasi (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *