Kab.Bandung – Jabar ||Temporatur.com
Kambing merupakan hewan ternak yang memiliki peran penting dalam siklus kehidupan manusia.
Sering kita dengar tentang hewan memamah biak ini sudah menjadi hewan unggukan bagi peternak
Kambing unggulan memiliki pasar khusus dengan harga di atas rata-rata kambing biasa.
Salah satu desa di kecamatan Pacet, kabupaten Bandung, saat ini sedang memulai usaha peternakan kambing unggulan yang diharapkan menjadi komoditas selain sayuran dan ternak ayam.
Desa Girimulya yang saat ini mengembangkan ternak Kambing unggulan.
Kepala Desa Girimulya, Ayi Rohiman, yang memiliki pengalaman dalam bidang peternakan dan menggunakan anggaran Dana Desa, telah memulai pengembangan peternakan kambing unggulan di desanya.
“Kambing adalah hewan yang memiliki pasar bagus dan berkembang biak dengan cepat, oleh karena itu kambing menjadi prioritas di Desa Girimulya,” ucap Ayi kepada media, Selasa (07/11/2023).
Menurut Ayi harga jual kambing unggulan sangat menguntungkan, berbeda dengan kambing biasa atau kambing untuk konsumsi. Keuntungan ini yang membuat kami dari Desa Girimulya melihat peluang tersebut, ujarnya.
Ayi mengungkapkan, peternakan kambing di Desa Girimulya dilakukan dengan sistem kemitraan atau kerjasama dengan kelompok peternak yang sudah memiliki pengalaman dalam beternak kambing. Agar tidak ada masalah dalam mengelola ternak, pihak desa melibatkan peternak yang berpengalaman agar mereka dapat merawat kambing dengan baik.
“Biaya untuk beternak kambing berasal dari anggaran ketahanan pangan. Pada tahun 2022, kita akan fokus pada peternakan kambing., tuturnya.
“Untuk memastikan bahwa kambing kami sehat dan bagus, kandang harus kuat, bersih, dan kokoh,” tambah Kepala Desa Girimulya yang sangat optimis dengan sistem ternak yang bersih di desanya tersebut.
Dikatakan Ayi nahwa pasokan rumput masih mencukupi mengingat wilayah Desa Girimulya yang masih memiliki luas hutan dengan kebun dan ladang lengkap, sehingga rumput bukanlah masalah yang sulit untuk diatasi. Kandang kambing yang dibangun memiliki ukuran 12 x 8 meter.
“Kandang seluas itu dapat menampung sekitar 92 ekor kambing. Jumlah populasi kambing seperti itu bisa berkembang dengan cepat karena Desa Girimulya membeli kambing siap kawin dengan harga Rp 2 juta.
“Kami tidak membeli anak kambing karena membutuhkan waktu lama untuk merawatnya, oleh karena itu, kami membeli kambing siap kawin yang sudah siap melahirkan. Kami lebih banyak memperbanyak kambing betina karena tugas kambing jantan hanya untuk menghamili saja,” imbuh lkepala sesa Girimulya.
Masih Ucap Ayi menjelaskan bahwa anggaran untuk ketahanan pangan tahun anggaran 2022 di Desa Girimulya digunakan khusus untuk membeli kambing dan membangun kandang permanen. Kandang yang kuat sengaja dibuat karena kami akan menggunakannya dalam jangka waktu yang lama.
“Keuntungan dari peternakan kambing dibagi 50% untuk peternak dan 50% untuk desa. Bagian dari keuntungan yang diterima oleh desa digunakan untuk pengembangan lebih lanjut serta pemanfaatan bagi masyarakat, seperti untuk kurban saat Iedul Adha, sehingga semua warga dapat merasakan manfaat dari ketahanan pangan. Panen pertama ternak kambing diperkirakan akan dilakukan menjelang IIdul Adha, di mana permintaan kambing dan sapi sangat tinggi, tutupnya.
Pantaua awwknmeria bahwa Desa Girimulya sedang membuat terobosan baru untuk menjadikan desanya sebagai sentra kambing unggulan dengan menggunakan strategi yang cerdas dan inovatif dalam pengelolaan peternakan.
Harapannya, usaha ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam pengembangan potensi peternakan lokal dan meningkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (**)
Reporter : Zarina















