Diduga Proyek TPT Cirangkong Beraroma Korupsi dan Tidak Sesuai Spesifikasi

Diduga Proyek TPT Cirangkong Beraroma Korupsi dan Tidak Sesuai Spesifikasi

 

Purwakarta,Jabar ||Temporatur.com

Realisasi anggaran Pokir 2023 untuk tembok penahanan tanah ( TPT ) di  Desa Cirangkong kecamatan Cibatu,Kabupaten Purwakarta, Jawa barat,selain  itu,pengerjaannya diduga tidak sesuai spesifikaai teknis yang ada,hal itu diduga kuat menyalahi aturan dan disinyalir sarat korupsi.

Dugaan penyimpangan tersebut terungkap berdasarkan penulusuran awak media dilapangan yang menemukan kejanggalan terkait proyek TPT dalam pelaksanaanya.

Hal ini sungguh disayangkan mengingat anggaran pembangunan tersebut di kerjakan dan kurang maksimal  terkesan asal jadi.

Terlihat jelas kejanggalan tersenut terindikasi curi kuantitas demi meraup keuntungan yang lebih besar. Selain itu,pemasangan dasar pondasi batu kali hanya di tumpuk saja..

Bacaan Lainnya

Bahkan, terlihat  hanya menancap di lumpur berair, jugapondasi keatas ada genangan air,hal itu tidak lah dibenarkan, ucap warga setempat., Kamis ( 21/09/2023)

Dengan adanya kejanggalan dalam pelaksanaan dalam melaksanakan tugasnya untuk kegiatan terindikasi asal jadi dan abaikan kuantitas dan kualitas suatu pekerjaan.

“Ditambah lagi lebih parah terlihat  bangunan tembok penahan tanah untuk pemasangan pondasi tidak sesuai spek,hal ini tentunya perlu adanya uji materi yang di lakukan oleh pihak terkait, sambung warga tersebut.

Nanun Ironisnya, saat awak media konfirmasi melalui chattingan untuk konfirmasi tatap wajah ,akhirnya edi membalas chattingan “ya udahlah kang kirim saja nomor rek saya ada dua ratus kita bagi saja saratus ewang dalam chattingan tersebut,ujar pelaksana  dalam chat Wathasapp nya kepada media.

Hal ini,suatu tidak mencirminkan dengan baik,dari pihak pengawas perusahaan tersebut.

Sedangkan awak media ini sudah berapa kali kelokasi untuk mewancarai pihak perusahaan pengawas,konsultan dan tidak pernah ketemu di lapangan.

Terkait pelaksanaan pembangunan tembok penahanan tanah,tim awak media masih terus menulusuri dugaan penyimpangan.

Sementara itu,awak media konfirmasi ke subianto Kasi DPUTR Kabupaten Purwakarta di kantornya mengatakan bahwa benar itu pekerjaan ,saya lah sebagai PPTK nya  tapi itu dari pokir dewan, di DPUTR ada 100. Kegiatan, dan Vera mendapatkan dua ke gitan pokir dan 1 konsultasi mengawasi 20 kegiatan”. ucapnya, Subianto.

Sampai berita ini di turunkan belum berhasil konfirmasi terhadap pemborong, dan APH Purwakarta ( Tim / Rid )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *