Deru – deru suara bising mesin kendaraan motor , mobil yang bercampur asap tebal yang keluar dari selongsong knalpot, mengusik telinga kita, setiap pagi dan hari, menggantikan kicau burung yang bernyanyi riang di pagi dan senja hari, yang mampu membawa inspirasi dan imajinasi yang terpendam dalam logika dan hati kita.
Dua mata selalu memandang dan menyaksikan gairahnya perubahan alam, yang makin hari makin terlihat tumbuh beton-beton yang tinggi, gedung-gedung pencakar langit yang berhiaskan kaca -kaca sehingga memantulkan silaunya cahaya matahari yang menembus lapisan ozon, yang tanpa disadari suhu bumi semakin panas.
Disetiap sudut kota dan kampung terlihat perlombaan pembangunan terus melaju, merubah lahan-lahan menjadi tandus dan berbatu oleh adukan semen yang membuat oksigen semakin berkurang, udara sudah tidak sebersih di era 80 an lalu, yang sejuk dan segar.
Sementara usia-usia para pelaku penikmat di era globisasi kini mulai merangkak , mengawali senja yang kini menjadi warisan sanak keluarga, yang mungkin saja bisa kering jiwanya akibat kurangnya jiwa spiritual dan pedoman agama.
Adakah upaya kita dari segala aspek kehidupan dan kasta untuk membasahi bumi dengan pepohonan yang memancarkan tetesan embun yang sebening yang tumbuh dari jiwa-jiwa manusia yang berpedoman pada keyakinan, pada keimanan dan keteguhan hati yang tulus, ikhlas serta membawa nafsu mutmainah dalam menuju keridhaan sang Pencipta.
Demikian renungan pagi Ustadz kampung.
Tertulis dalam Temporatur.com
Bekasi , Kamis 26 Januari 2023
Sumber : Doktor H.Encep.S Jaya















