Daerah

Iman yang Tak Turun ke Politik Adalah Iman yang Cacat di Ruang Publik

Temporatur.com Oleh: Ev. Kefas Hervin Devananda, S.Th., M.Pd.K (Romo Kefas) Jurnalis Senior Pewarna Indonesia | Humas PGLII Kota Bogor SelanjutnyaEks Ketua Forum BPD Bekasi Kritik Pernyataan Karno, Ingatkan LKPJ adalah Amanat UUAda kesalahpahaman lama yang terus diwariskan di kalangan umat Kristen: bahwa politik adalah wilayah “kotor” yang harus dijauhi gereja. Akibatnya, banyak orang percaya memilih diam, sementara keputusan-keputusan publik yang menentukan nasib bangsa justru diambil tanpa suara iman, etika, dan nurani. Padahal, Alkitab tidak pernah memisahkan iman dari tanggung jawab sosial dan politik. Yang ditolak Tuhan bukan politiknya, melainkan politik tanpa kebenaran. SelanjutnyaBapenda Kabupaten Bekasi Jemput Bola, Warga Desa Hegarmukti Antusias Bayar Pajak“Kamulah garam dunia… kamulah terang dunia.” (Matius 5:13–14) Garam yang tidak menyentuh makanan akan kehilangan fungsinya. Terang yang disembunyikan tidak lagi menjadi terang. Demikian pula iman yang hanya hidup di mimbar, tetapi absen di ruang kebijakan publik. SelanjutnyaKDM Instruksikan Kepala Daerah di Bekasi, Bogor, dan Karawang Percepat Normalisasi […]