JAKARTA, TEMPORATUR.COM Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) mengeluhkan kondisi orderan yang semakin sepi dalam beberapa waktu terakhir. Situasi tersebut dirasakan hampir di berbagai titik, baik pada jam sibuk maupun di luar jam ramai yang biasanya menjadi waktu produktif para pengemudi. Namun ternyata, potongan saat rush hour justru bisa lebih besar sehingga dianggap merugikan pengemudi. Ketika protes dianggap angin lalu oleh perusahaan dan pemerintah, mereka pun enggan ngebid/onbid alias menyalakan aplikasi. Hal tersebut diungkapkan salah satu driver ojol yang telah menekuni profesi ini selama kurang lebih tujuh tahun, mengungkapkan bahwa penurunan jumlah order dirasakan cukup signifikan di wilayah operasional Tangerang dan sekitarnya. “Sekarang narik seharian belum tentu dapat banyak order, justru ada ikut layanan oprasional khusus gosend malah hampir 3 jam baru dikasih orderan. Kadang nunggu lama, kadang cuma satu-dua paling banyak 4 dalam sehari, itu jg kalo tidak pelayanan semuanya di aktifkan belum tentu oderan masuk. Driver mau yang rating […]
Tag: Hanya Menguntungkan Aplikator dan Pemerintah
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.










