YOGYAKARTA – Temporatur.com 10 Januari 2026 — Nilai persaudaraan khas Maluku, Pela Gandong, kembali menunjukkan daya hidupnya di tanah rantau. Keluarga besar Maluku yang bermukim di Yogyakarta merayakan Natal bersama dalam suasana hangat dan inklusif, mempertemukan warga lintas agama dalam satu perayaan yang menegaskan toleransi sebagai laku hidup, bukan sekadar slogan. SelanjutnyaPanitia Pengisian Anggota BPD Kedung Waringin Resmi Buka Pendaftaran, Kades Tinjau Langsung Hari PertamaPerayaan Natal yang digelar oleh Persekutuan Kristen Maluku (PKM) bersama Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Maluku (PKM–IKAPELAMAKU) pada Sabtu, 10 Januari 2026, pukul 17.00 WIB, di Yayasan Indocharis Yogyakarta, mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24). Tema ini menegaskan bahwa iman dan kebersamaan dapat berjalan beriringan, melampaui batas keyakinan. Acara diawali ibadah Natal yang dipimpin Romo Agustinus dari Gereja Katolik. Meski hujan mengguyur wilayah Yogyakarta, kekhusyukan jemaat tetap terjaga. Dalam khotbahnya, Romo Agustinus mengajak seluruh hadirin memaknai Natal sebagai momentum pemulihan relasi dan penguatan keluarga. […]
YOGYAKARTA – Temporatur.com 10 Januari 2026 — Nilai persaudaraan khas Maluku, Pela Gandong, kembali menunjukkan daya hidupnya di tanah rantau. Keluarga besar Maluku yang bermukim di Yogyakarta merayakan Natal bersama dalam suasana hangat dan inklusif, mempertemukan warga lintas agama dalam satu perayaan yang menegaskan toleransi sebagai laku hidup, bukan sekadar slogan. SelanjutnyaPanitia Pengisian Anggota BPD Kedung Waringin Resmi Buka Pendaftaran, Kades Tinjau Langsung Hari PertamaPerayaan Natal yang digelar oleh Persekutuan Kristen Maluku (PKM) bersama Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Maluku (PKM–IKAPELAMAKU) pada Sabtu, 10 Januari 2026, pukul 17.00 WIB, di Yayasan Indocharis Yogyakarta, mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24). Tema ini menegaskan bahwa iman dan kebersamaan dapat berjalan beriringan, melampaui batas keyakinan. Acara diawali ibadah Natal yang dipimpin Romo Agustinus dari Gereja Katolik. Meski hujan mengguyur wilayah Yogyakarta, kekhusyukan jemaat tetap terjaga. Dalam khotbahnya, Romo Agustinus mengajak seluruh hadirin memaknai Natal sebagai momentum pemulihan relasi dan penguatan keluarga. […]










