Salah satu perusahaan investasi terkemuka di Indonesia, PT Panin Asset Management, menggandeng LindungiHutan dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) penanaman pohon di kawasan Ekowisata Hutan Mangrove PIK, Jakarta Utara (20/11). Pada kolaborasi ini, PT Panin Asset Management dan LindungiHutan menanam 1.250 bibit mangrove sebagai langkah nyata mendukung penghijauan di area perkotaan guna menjaga dan memulihkan ekosistem dari kerusakan lingkungan. Presiden Direktur PT Panin Asset Management, Ridwan Soetedja, mengatakan kepada LindungiHutan bahwa, “Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilaksanakan oleh Panin Asset Management bertujuan untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini dirancang untuk memberikan dampak langsung yang nyata bagi komunitas, sembari memperkuat peran Panin Asset Management dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan sosial”. Pantai Indah Kapuk, yang terletak di pesisir utara Kota Jakarta, menjadi lokasi strategis untuk kegiatan penanaman pohon. Jenis mangrove dipilih karena tidak hanya berkontribusi pada keindahan lanskap, tetapi memiliki manfaat ekologis […]
Kategori: Ekonomi & Bisnis
Sekolah Berdaya, Komitmen Nyata Valbury Dukung Literasi Keuangan Sejak Dini
PT Valbury Asia Futures menggelar puncak acara Sekolah Berdaya Valbury 2024, program edukasi literasi keuangan untuk guru & murid agar dapat mengelola keuangan secara bijak serta menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, dan inovatif. Minat membaca buku di Indonesia dinilai masih sangat rendah. UNESCO menyebut Indeks minat baca masyarakat Indonesia hanya diangka 0,001% atau dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca. Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca di Indonesia adalah kurangnya akses terhadap bahan bacaan, minimnya variasi bahan bacaan, preferensi untuk menghabiskan waktu di media sosial, serta metode pembelajaran di sekolah yang masih banyak berfokus pada hafalan dan tidak mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif. Sementara itu hasil SNLIK (Survey Nasional Literasi & Inklusi Keuangan) OJK tahun 2024 menunjukkan indeks literasi keuangan penduduk Indonesia sebesar 65,43%, sementara indeks inklusi keuangan sebesar 75,02%. Meskipun indeks literasi keuangan mengalami peningkatan sebesar 15.7% sejak 2022, mempertimbangkan Indonesia akan segera memasuki Indonesia […]
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.
























