Wali Kota Cimahi Ngatiyana Dorong Santri Kuasai AI Tanpa Tinggalkan Akhlak
- account_circle Suryo Sudharmo
- calendar_month 23 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TEMPORATUR.COM
CIMAHI – Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mendorong para santri untuk memperluas penguasaan ilmu pengetahuan, memperkuat akhlak, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurutnya, santri harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan dan moral. Dengan bekal ilmu, akhlak, serta kemampuan berinovasi, santri diharapkan dapat menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ngatiyana saat membuka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kota Cimahi 2026 di Alun-Alun Kota Cimahi, Kamis (22/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti para santri, ulama, kiai, serta pimpinan pondok pesantren se-Kota Cimahi.
Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan Hari Santri Nasional tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat peran santri sebagai penjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus generasi penerus yang turut menentukan masa depan bangsa.
Ngatiyana menegaskan, Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui ilmu, doa, dan keberanian.
Semangat Resolusi Jihad, lanjutnya, menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap agama dan tanah air dapat berjalan beriringan dalam menjaga keutuhan bangsa.
Ia juga menekankan empat modal utama yang perlu dimiliki santri untuk menghadapi tantangan masa depan, yakni penguasaan ilmu pengetahuan, karakter yang kuat, tradisi keilmuan yang kokoh, serta keberanian untuk berinovasi.
Menurut Ngatiyana, penguasaan ilmu agama harus diimbangi dengan wawasan yang luas dan kemauan untuk terus belajar. Namun, kecerdasan intelektual juga harus disertai kejujuran, amanah, disiplin, kerendahan hati, serta penghormatan kepada guru dan orang tua.
Pemerintah Kota Cimahi menyadari bahwa membangun kota tidak cukup hanya dengan membangun jalan, gedung, dan infrastruktur. Kita juga harus membangun manusianya, menguatkan iman, memuliakan akhlak, memperluas ilmu, dan membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang, ujar Ngatiyana.
Dalam menghadapi perkembangan teknologi digital, Ngatiyana mengingatkan para santri agar tidak takut terhadap kehadiran AI. Sebaliknya, teknologi tersebut perlu dipelajari dan dimanfaatkan secara bijak untuk mendukung kegiatan belajar, mencari informasi, mempelajari bahasa, melakukan riset, hingga mengembangkan berbagai gagasan baru.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pemanfaatan AI harus disertai etika, kebijaksanaan, dan kemampuan memverifikasi kebenaran informasi. Santri juga dituntut untuk bersikap kritis agar tidak mudah menerima informasi yang belum teruji kebenarannya.
Khusus dalam memahami ajaran agama, Ngatiyana meminta para santri tetap menjadikan Al-Qur’an, hadis, kitab-kitab muktabar, serta bimbingan guru dan ulama yang kompeten sebagai rujukan utama.
Menurutnya, teknologi dapat membantu proses pencarian informasi, tetapi tidak dapat menggantikan hikmah, adab, dan kedalaman ilmu yang diperoleh melalui proses belajar bersama para guru.
Ngatiyana berharap pesantren di Kota Cimahi mampu melahirkan generasi santri yang kuat dalam keimanan, luas dalam pengetahuan, mulia dalam akhlak, serta cakap memanfaatkan teknologi untuk kepentingan masyarakat.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cimahi untuk terus memberikan perhatian terhadap perkembangan pesantren dan para santri. Dukungan tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah, pesantren, ulama, dunia pendidikan, dan masyarakat.
Kolaborasi berbagai pihak dinilai penting untuk membuka peluang pengembangan potensi santri, menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, Pemerintah Kota Cimahi berharap santri semakin siap menjadi generasi berilmu, berakhlak, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah menuju Indonesia Emas.
( Andi )
- Penulis: Suryo Sudharmo


Saat ini belum ada komentar