Breaking News
light_mode
Beranda » Kota Bandung » Kota Bandung Diproyeksikan Jadi Pionir Smart Education City dan Pusat Tenaga Kerja Terampil Dunia

Kota Bandung Diproyeksikan Jadi Pionir Smart Education City dan Pusat Tenaga Kerja Terampil Dunia

  • account_circle Suryo Sudharmo
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TEMPORATUR.COM

‎‎Pemerintah Kota Bandung terus menguatkan ekosistem pendidikan tinggi dari hulu ke hilir untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

‎Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama antara Pemkot Bandung, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Kemen P2MI), Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, serta Ganesha Operation (GO) di Aston Tropicana, Kota Bandung, Rabu, 21 Oktober 2026.

‎‎Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan, kerja sama ini dirancang sebagai sebuah sistem terintegrasi, mulai dari promosi perguruan tinggi hingga penyaluran lulusan ke dunia kerja global.

‎‎Ia menjelaskan, pada tahap awal, Pemkot Bandung menggandeng Ganesha Operation untuk mengenalkan dan mempromosikan seluruh perguruan tinggi di Kota Bandung melalui jaringan lebih dari 700 cabang GO di seluruh Indonesia.

‎‎Langkah ini diharapkan dapat menjaring lulusan SMA/SMK terbaik dari berbagai daerah untuk melanjutkan pendidikan di Bandung.

‎‎Pada tahap akhir, para lulusan perguruan tinggi diberi akses dan peluang seluas-luasnya untuk masuk ke dunia kerja, termasuk peluang bekerja di luar negeri sebagai pekerja terampil (high-skilled worker).

‎Dari ujung lulusan SMA/SMK yang mau masuk perguruan tinggi di Bandung, kita promosikan melalui cabang-cabang GO di seluruh Indonesia. Lalu di hulu lainnya, ketika mereka lulus, harus diberi sebanyak mungkin pintu dan jendela kesempatan untuk bekerja,” ujar Farhan.

‎‎Farhan menilai, keberadaan puluhan ribu lulusan perguruan tinggi setiap tahun di Kota Bandung merupakan tantangan sekaligus potensi besar yang harus dijawab melalui kolaborasi lintas sektor.

‎‎Menurutnya, Pemkot Bandung berupaya masuk ke dalam program pelatihan, peningkatan keterampilan (scaling up skill), serta penyaluran tenaga kerja agar para calon pekerja asal Bandung memiliki akses langsung ke pasar kerja internasional.

‎Ini adalah tantangan yang harus kita jawab lewat sebuah kolaborasi ujung ke ujung khusus untuk ekosistem pendidikan di Kota Bandung,” tuturnya.

‎‎Kementerian P2MI Apresiasi Upaya Pemkot Bandung

‎‎Sementara itu, Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian P2MI, Dwi Setiawan Susanto mengapresiasi langkah Pemkot Bandung dalam mengintegrasikan pendidikan dengan peluang kerja global.

‎‎Ia menyampaikan, Kemen P2MI memiliki akses pasar kerja di hampir 85 negara dengan sekitar 2.000 standar kompetensi jabatan di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, manufaktur, konstruksi, hingga hospitality.

‎‎Dwi mencatat, secara nasional terdapat potensi hingga 300.000 lapangan pekerjaan di luar negeri per tahun untuk pekerja terampil, di mana sekitar 40 persen di antaranya diarahkan untuk lulusan perguruan tinggi pada segmen medium to high-skilled.

‎Ini visi yang luar biasa. Bandung bukan hanya kota pendidikan, tetapi sekaligus pusat penyiapan pekerja terampil ke mancanegara. Kami akan hubungkan peluang ini dengan ekosistem perguruan tinggi, termasuk membentuk Migrant Center, pelatihan, serta sertifikasi,  kata Dwi.

‎‎Ia menambahkan, penguatan soft skill dan kemampuan komunikasi juga menjadi fokus utama dalam penyiapan tenaga kerja. Langkah Pemkot Bandung ini diharapkan dapat menjadi pionir dan percontohan bagi daerah lain di Indonesia.

‎‎Kota Bandung mudah-mudahan menjadi pionir dan role model untuk menyiapkan pekerja terampil kita di luar negeri,  ungkapnya.

‎‎Sedangkan Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Lukman menyampaikan, Kota Bandung meluluskan kurang lebih 78.000 sarjana setiap tahunnya dari sekitar 212.000 mahasiswa aktif yang tersebar di 78 perguruan tinggi.

‎‎Ia berharap sinergi ini dapat menyerap lulusan secara optimal sehingga tidak menimbulkan dampak sosial akibat pengangguran terdidik.

‎Dengan adanya sinergi ini, kami akan meminta 78 perguruan tinggi di Bandung untuk mengadaptasi kurikulum dan berkolaborasi, sehingga ketika mahasiswa lulus, mereka sudah siap bekerja dan dikirim ke luar negeri,” jelas Lukman.

‎‎Dukungan serupa disampaikan Pendiri dan Direktur Utama Ganesha Operation Bob Foster. Ia menyatakan siap memanfaatkan jaringan GO yang mengampu sekitar 250.000 siswa se-Indonesia untuk mengedukasi masyarakat mengenai keunggulan ekosistem pendidikan dan latar belakang budaya kreatif di Kota Bandung.

‎Kami akan memberikan informasi berupa seminar, webinar, dan kunjungan di seluruh cabang untuk menjelaskan keunggulan Kota Bandung. Di samping membekali ilmu, mahasiswa yang datang ke Bandung juga akan dikuatkan secara karakter,  ujar Bob.

‎‎Melalui kolaborasi ini, hubungan antara pemerintah daerah, instansi pusat, lembaga pendidikan tinggi, dan mitra swasta diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan serta melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di tingkat dunia.

‎

‎Sumber : Diskominfo Kota Bandung

‎( Andi )

‎

‎

‎

  • Penulis: Suryo Sudharmo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less