Dukung Program Makan Bergizi Prabowo, Rocky Gerung Ingatkan Bahaya Kelalaian Dapur
Pengamat politik Rocky Gerung menegaskan bahwa pembangunan kualitas generasi masa depan Indonesia tidak boleh hanya bertumpu pada sektor pendidikan formal.
Fondasi utama lahirnya anak-anak yang mampu berpikir kritis justru bermula dari keamanan dan kualitas pangan yang diproses sejak dari dapur.Secara khusus, Rocky menyoroti peran krusial Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menjaga kedaulatan konsumsi anak-anak sekolah.
Ia memberikan perumpamaan filosofis bahwa proses pencernaan manusia sesungguhnya tidak dimulai saat makanan masuk ke dalam mulut.
“Pencernaan kita sebetulnya tidak dimulai di mulut lalu dibuang di anus. Pencernaan kita dimulai di pintu dapur SPPG,” ujar Rocky saat memberikan keterangan pada Senin, 6 Juli 2026., seperti yang diunggah dari IG divisi Humas Polri.
Artinya, sambung Rocky kualitas gizi anak-anak Indonesia sudah ditentukan sejak proses pengolahan makanan, kebersihan dapur, hingga pengawasan ketat pada setiap bahan pangan yang digunakan,” lontar nya
Atas dasar tersebut, Rocky memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah nyata SPPG Polri. Institusi kepolisian dinilai berhasil mengambil peran strategis dalam memastikan setiap makanan yang didistribusikan kepada anak-anak Indonesia memenuhi standar gizi yang aman, sehat, dan berkualitas tinggi.
Rocky menyampaikan apresiasi ini setelah meninjau langsung pengelolaan SPPG bersama jajaran Polda Riau. Menurutnya, pengelolaan yang diterapkan sudah sangat bertanggung jawab.
“Efektivitas dihasilkan oleh skrutinitas. Setiap jejak bahan pangan itu diuji secara klinis, dihasilkan secara etis,” tambahnya.
Dukungan penuh dari Korps Bhayangkara ini mempertegas komitmen Polri untuk terus mengawal dan menyukseskan program pemerataan yang dicanangkan oleh Pemerintah RI. Rocky menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan niat yang sangat baik. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada keamanan rantai pasok pangan tersebut.
“Satu event yang memungkinkan kita percaya bahwa niat baik Pak Presiden Prabowo untuk menghasilkan generasi yang berpikir bisa dimulai dengan keamanan di dapur-dapur SPPG. Itu intinya,” jelas Rocky.
Di sisi lain, Rocky juga mengingatkan Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak terkait untuk waspada terhadap proses distribusi makanan agar tetap aman hingga ke tangan siswa.
“Kita ingin mobil Badan Gizi Nasional tiba di pintu-pintu sekolah murid-murid kita. Jangan sampai mobil ini berubah menjadi mobil ambulans yang membawa pasien dari sekolah pergi ke UGD,” tegasnya.
Menurut pandangannya, ancaman terbesar dalam program pemenuhan gizi ini bukan berasal dari bahan pangan itu sendiri, melainkan dari potensi kelalaian manusia (human error) dalam mengelolanya.
“Karena racun tidak dihasilkan oleh bumi. Racun dihasilkan oleh salah kelola dapur-dapur itu,” pungkas Rocky.
Melalui pengawasan ketat dari hulu ke hilir di dapur-dapur pelayanan gizi oleh Polri, program nasional ini diharapkan dapat melahirkan generasi emas Indonesia yang tangguh secara fisik sekaligus tajam secara pemikiran.
(Red)















