Ujang Tisna Sonjaya: Dari Aspal Menuju Pengabdian, Siap Bawa Perubahan untuk Karangsambung Kedungwaringin

Ujang Tisna Sonjaya: Dari Aspal Menuju Pengabdian, Siap Bawa Perubahan untuk Karangsambung Kedungwaringin
Foto istimewa

Ujang Tisna Sonjaya: Dari Aspal Menuju Pengabdian, Siap Bawa Perubahan untuk Karangsambung Kedungwaringin

Bekasi –  Temporatur.com

Menjelang perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karangsambung, Kecamatan Kedung Waringin  Kabupaten Bekasi  periode 2026-2034, konstelasi politik di wilayah Kecamatan Kedungwaringin mulai menghangat. Di tengah munculnya berbagai kandidat, nama Ujang Tisna Sonjaya atau yang sering di sapa Ujang Akok mendadak menjadi magnet perhatian dan buah bibir warga setempat.

Bukan datang dari latar belakang birokrat necis atau pengusaha besar, Ujang adalah sosok sederhana yang sehari-hari berjibaku di sektor transportasi umum sebagai kondektur bus 3/4. Namun, justru dari interaksi di jalanan itulah, ia memupuk empati dan visi besar untuk membangun tanah kelahirannya.

Kondektur yang Membumi: Penampung Aspirasi Akar Rumput
Profesi Ujang sebagai kondektur bus justru dipandang sebagai modal sosial yang tak ternilai. Terbiasa berhadapan dengan beragam karakter penumpang setiap hari, Ujang dikenal sebagai pribadi yang sabar, jujur, dan memiliki religiositas yang kuat.

Bagi warga Karangsambung, ia bukan sekadar bakal calon pemimpin yang datang saat butuh suara, melainkan sosok pendengar setia yang sudah lama memahami pahit getirnya kehidupan masyarakat bawah.

Bacaan Lainnya

“Pengalaman di lapangan mengajarkan saya bahwa pemimpin sejatinya adalah pelayan. Jika selama ini saya melayani penumpang dengan segala dinamikanya, kini saya ingin mewakafkan diri untuk melayani warga Karangsambung dengan transparansi dan nilai-nilai agama sebagai kompasnya,” tegas Ujang saat ditemui media.

Peta Jalan Perubahan: Visi & Misi 2026-2034
Dengan jargon “Dari Rakyat, Untuk Rakyat”, Ujang telah menyiapkan rancangan strategis yang ia sebut sebagai “Panca Bakti” untuk membangun Karangsambung selama delapan tahun ke depan:

Visi Utama:

“Mewujudkan Desa Karangsambung yang Mandiri, Sejahtera, dan Berakhlak Mulia melalui Tata Kelola Pemerintahan yang Transparan dan Merakyat.”

Pilar Misi (Panca Bakti):

Penguatan Karakter Religius: Menghidupkan kembali syiar keagamaan di tiap dusun untuk mempererat harmoni dan akhlak warga.

Birokrasi “Tanpa Sekat”: Transformasi pelayanan desa yang cepat, ramah, dan bersih total dari praktik pungutan liar (pungli).

Infrastruktur Berkeadilan: Memastikan pengaspalan jalan lingkungan, drainase, dan fasilitas publik menjangkau hingga pelosok kampung terjauh.

Akselerasi Ekonomi Lokal: Menggenjot potensi UMKM dan pemuda melalui pelatihan keterampilan praktis guna menciptakan lapangan kerja baru.

Keterbukaan Anggaran (Open Gov): Menjamin pengelolaan Dana Desa dilakukan secara terbuka dan dapat diakses serta diawasi langsung oleh seluruh elemen masyarakat.

Harapan Baru bagi “Wong Cilik”
Kehadiran Ujang Tisna Sonjaya dalam bursa Pilkades memberikan warna baru bagi demokrasi di Kedungwaringin. Ia dianggap sebagai representasi figur “wong cilik” yang memiliki keberanian serta integritas untuk mendobrak kekakuan birokrasi yang selama ini dirasakan warga.

Dukungan pun mulai mengalir dari berbagai komunitas. Masyarakat menaruh harapan besar agar sosok yang tumbuh dari kerasnya jalanan ini mampu membawa perubahan nyata yang berkeadilan bagi Desa Karangsambung di masa depan.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *