Cipanas, Jawa Barat, — Temporatur.com || Peredaran pil koplo kembali marak di wilayah hukum Polsek Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Aktivitas jual-beli obat keras daftar G tanpa izin edar itu disebut kembali berlangsung terbuka, meski sebelumnya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) sempat turun langsung melakukan penertiban di sejumlah titik rawan.
Pantauan di lapangan, transaksi berlangsung di kawasan Jalan Mariwati, Sindanglaya, Cipanas. Beberapa pedagang yang ditemui mengakui berani berjualan karena merasa “aman”. Mereka bahkan menyebut adanya setoran uang bulanan yang diduga disalurkan kepada oknum aparat melalui dua sosok berinisial ‘A’ dan ‘J’ yang disebut sebagai koordinator. “Kita juga gak akan berani bang kalau tidak ada kordinasi ke Polsek dan Polres” jelas pedagang saat di temui, Rabu (18/2), sambil menyodorkan sejumlah uang kepada wartawan.
Pengakuan tersebut memunculkan dugaan adanya praktik perlindungan terhadap peredaran pil koplo. Jika benar, hal ini berpotensi mencederai upaya penegakan hukum yang selama ini digaungkan untuk memberantas peredaran obat keras ilegal di Jawa Barat.
Pil koplo yang sejatinya merupakan obat keras dengan penggunaan terbatas di bawah pengawasan medis, kerap disalahgunakan dan dijual bebas tanpa resep dokter. Penyalahgunaan obat ini tidak hanya berdampak pada kesehatan pengguna, tetapi juga memicu gangguan ketertiban umum dan potensi tindak kriminal.
Masyarakat setempat mengaku resah dengan kembali maraknya peredaran tersebut. Mereka mempertanyakan konsistensi pengawasan dan penindakan aparat di lapangan.
Sorotan pun mengarah ke Polda Jawa Barat untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk menindak tegas oknum yang diduga menerima setoran rutin.
Warga berharap langkah tegas tidak hanya menyasar pedagang di tingkat bawah, tetapi juga mengusut dugaan keterlibatan pihak yang memberikan perlindungan.
Transparansi dan penegakan hukum yang adil dinilai menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik sekaligus memutus mata rantai peredaran pil koplo di wilayah Jawa Barat.















