Ketua BEM UGM Diteror Usai Bongkar Borok Program MBG
Bundaran UGM menjadi saksi bisu kemarahan intelektual muda pada Jumat sore (13/02/2026).
Di bawah guyuran atmosfer ketegangan, Ketua BEM KM UGM, Tiyo Ardianto, berdiri tegak dengan kaos hitam bertuliskan narasi menyengat: “Maling Berkedok Gizi”. Aksi massa ini bukan sekadar seremoni jalanan, melainkan perlawanan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggap sebagai “bom waktu” bagi kesehatan generasi bangsa dan ruang gelap bagi praktik korupsi.
Suara Hati dari Balairung: Antara Keracunan Massal dan Nyawa di NTT
Dalam orasinya yang menggetarkan, Tiyo Ardianto tanpa basa-basi menyoroti kegagalan implementasi MBG yang berujung pada kasus keracunan massal siswa penerima manfaat. Tiyo juga menyentil keras kelalaian negara atas tragedi bunuh diri seorang siswa di NTT akibat beban biaya sekolah yang tak tertanggung.
“Kita bicara makan gratis, tapi nyawa anak bangsa melayang karena sekolah tak terbeli. Ini bukan soal perut saja, ini soal martabat dan keadilan yang dirampas!” teras Tiyo di hadapan massa yang riuh.
Pakar Gizi: MBG Adalah “Bom Waktu” Penyakit Kronis
Senada dengan keresahan mahasiswa, Pakar Gizi UGM, Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, memberikan tamparan ilmiah bagi pemerintah. Ia mengungkapkan bahwa penggunaan Ultra Processed Food (UPF) dalam menu MBG adalah bentuk pengkhianatan terhadap kampanye kesehatan nasional.
“Anak-anak dijejali natrium, gula tambahan, dan lemak. Dampaknya memang tidak sekarang, tapi 10-15 tahun ke depan, ini akan menjadi bom waktu penyakit kronis!” tegasnya. Ia mengingatkan bahwa kelompok risiko tinggi seperti anak sekolah dan ibu hamil tidak boleh dikelola dengan kebijakan “main-main”.
Teror dan Pembungkaman: DPR RI Bereaksi
Dinamika semakin memanas setelah muncul laporan adanya teror dan intimidasi yang menyasar Tiyo Ardianto pasca-kritik kerasnya.
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Muhammad Hilman Mufid (26), mengecam keras upaya premanisme tersebut.
“Ini adalah upaya pembungkaman paksa terhadap kebebasan berekspresi yang dilindungi hukum.
Barang siapa menghalangi pendapat di muka umum dengan ancaman kekerasan, bisa dipidana satu tahun penjara sesuai UU No. 9 Tahun 1998!” tegas politisi muda tersebut melalui Laman Resmi DPR RI.
Aliansi Rakyat Pasang Badan: “Semut Pun Akan Menggigit!”
Ketegangan di lapangan memuncak saat Anton Karo, perwakilan Aliansi Masyarakat Peduli Kemanusiaan, menyatakan kesiapan pasukannya untuk menjaga para mahasiswa dari intimidasi. “Jangan ada lagi teror! Jika mahasiswa yang bergerak damai tetap diganggu, kami akan melawan dengan cara kami sendiri. Semut saja kalau diinjak akan menggigit!” ancamnya.
6 Tuntutan Harga Mati BEM KM UGM
Dalam pernyataan sikapnya, BEM KM UGM bersama Aliansi Masyarakat mengajukan tuntutan tegas kepada Kepala Negara:
1.Transparansi Anggaran: Tolak pemotongan subsidi energi dan pendidikan demi MBG.
2.Kedaulatan Pangan: Wajib 100% bahan lokal, stop impor pangan korporasi!
3.Audit Pilot Project: Buka data evaluasi distribusi yang tidak higienis.
4.Cegah Korupsi: MBG jangan jadi “lahan basah” baru bagi tikus-tikus proyek.
5.Edukasi Gizi Nyata: Bukan sekadar bagi-bagi kotak makan populis.
6.Keadilan Pendidikan:
Jangan sampai adik makan gratis, tapi kakak putus kuliah karena UKT meroket.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di lokasi, menyuarakan perlawanan terhadap kebijakan yang dianggap hanya menguntungkan kelompok tertentu dengan mengatasnamakan “Keadilan Sosial” yang kini terasa semu.
(Ginting/Red)















