Diduga Tak Dibekali K3, Pekerja Proyek Diarea Kantor Pemkab Bogor dan DPRD Abaikan Keselamatan Kerja
Proyek kawasan pusat pemerintahan daerah (Pemda) Tegar Beriman dengan konsep budaya Sunda era Kerajaan Pajajaran kini sedang dalam proses pengerjaan.
Proyek Penataan lingkungan Tegar Beriman Pemerintah Kabupaten Bogor yang dikerjakan melalui Sekretariat Daerah nilai pagu anggaran APBD Rp 11.161.988.000.00, terlihat dari Lapangan Tegar Beriman, taman di area Kantor Bupati Bogor, hingga kawasan Masjid Baitul Faidzin.
Kawasan ini akan diubah menjadi ruang terbuka yang lebih ramah dan mudah diakses oleh masyarakat. Namun disayangkan sejumlah pekerja terlihat mengabaikan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) sebagai alat pelindung diri.
Hal tersebut terkesan minimnya pengawasan, adanya dugaan pembiaran yang kembali terjadi di salah satu proyek sekitar lapangan Tegar Beriman depan DPRD dan area halaman Pemerintah Kabupaten Bogor.
Bedasarkan amatan Wartawan Rizky Tile dilapangan, Sabtu (02/05/26) adanya proyek pembangunan Gapura dan revalitasi sekitar halaman depan Kantor DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bogor yang berlokasi di Tegar Beriman, Cibinong Kab Bogor diduga melanggar, hampir semua pekerja tidak memakai alat pelindung K3.
Perlu diketahui, K3 merupakan upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman, sehingga dapat mengurangi probabilitas kecelakaan kerja/penyakit akibat kelalaian yang mengakibatkan demotivasi dan dan defisiensi produktivitas kerja.
mengatakan, kegiatan atau pekerjaan kontruksi diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) demi menjaga keselamatan dan kesehatan para pekerja.
“Ini sudah menyalahi aturan karena Mentri PUPR dalam peraturannya telah menyatakan para pekerja kontruksi itu wajib menggunakan APD dan itu tanggung jawab pengusahanya,” tegas kepada Wartawan ini, Sabtu (02/05/26).
Ia meminta kepada beberapa pihak instansi terkait termasuk Dinas PUPR, Inspektorat dan Bupati Bogor untuk mengevaluasi para pengusaha yang tidak memperhatikan para pekerjanya.
“Jadi simple para pekerjanya saja tidak diperhatikan, itu hal sepele, hal murah APD apa lagi kualitas pekerjaannya. Kami meragukan pengusaha tersebut,” Ujarnya.
(Rizky Tile)















