TEROR DARAH DI BEKASI: Aktivis Ucok Sky Khadafi Dikirimkan Bangkai Ayam, Mahasiswa Pasang Badan
Suasana mencekam menyelimuti kediaman Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Ucok Sky Khadafi, pada Kamis (22/1) petang.
Aktivis anti-korupsi kawakan tersebut menjadi sasaran teror brutal berupa kiriman paket berisi bangkai ayam yang baru saja disembelih, lengkap dengan ceceran darah yang masih hangat.
Insiden yang terjadi menjelang waktu Magrib ini ditemukan langsung di teras rumah korban di Bekasi.
Ancaman Nyawa Keluarga
Didalam bungkusan berdarah tersebut, terselip secarik kertas berisi pesan ancaman tertulis: “Ucok…! Hati-hati dalam menulis dan berkomentar di Media jika ingin keluarga ‘Selamat’!”
Ancaman ini diduga kuat merupakan respons dari pihak-pihak yang terusik oleh investigasi tajam CBA terkait skandal penyelewengan anggaran negara.
Dikutip dan dilansir dari Markaberita.id, intimidasi ini adalah upaya terang-terangan untuk menghentikan langkah Ucok dalam membongkar praktik perampokan uang rakyat.
Mahasiswa Pasang Badan: “Ucok Tidak Sendirian”
Merespons kejadian ini, Lingkar Pemuda Mahasiswa Lawan Korupsi (LPMLK) langsung menyatakan sikap tegas dan memberikan dukungan moral penuh.
Juru Bicara LPMLK, Al Cautsar, mengecam keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk ketakutan dari para koruptor.
“Kami dari LPMLK mengutuk keras teror biadab ini! Ayam yang baru dipotong dengan darah yang masih meluap bukan sekadar gertakan sambal. Ini adalah pesan simbolik bahwa nyawa Bang Ucok sedang diincar. Kami berdiri sebagai perisai, Bang Ucok tidak sendirian!” tegas Al Cautsar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/1).
Ia menambahkan bahwa teror ini justru membuktikan bahwa analisis CBA mengenai “borok” koruptor sangat akurat hingga membuat pihak tertentu kalap.
Desakan Penegakan Hukum
Aksi ini dinilai sebagai serangan terhadap jantung demokrasi dan kebebasan berekspresi. Publik kini mendesak Polres Metro Bekasi untuk segera mengusut tuntas pelaku dan aktor intelektual di balik pengiriman paket tersebut melalui pelacakan CCTV dan bukti-bukti di lapangan.
Selain itu, desakan agar Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberikan perlindungan melekat kepada Ucok Sky Khadafi dan keluarganya terus mengalir. Para aktivis menegaskan bahwa jika teror darah ini dibiarkan tanpa tindakan hukum, maka keselamatan seluruh pejuang anti-korupsi di Indonesia berada dalam ancaman besar.
(Redaksi)















