Sambut 2026, FPANN dan Insan Pers Gelar Sholawat Nariyah Peringati HAKORDIA 2025 di Bondowoso

Sambut 2026, FPANN dan Insan Pers Gelar Sholawat Nariyah Peringati HAKORDIA 2025 di Bondowoso

Sambut 2026, FPANN dan Insan Pers Gelar Sholawat Nariyah Peringati HAKORDIA 2025 di Bondowoso

BONDOWOSO – Temporatur. com

Forum Pegiat Adinegara Nusantara (FPANN) bersinergi dengan sejumlah media nasional dan daerah menggelar peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025.

Acara yang berlangsung khidmat di Bondowoso ini dirangkaikan dengan doa bersama dan pembacaan Sholawat Nariyah sebagai refleksi spiritual menyambut Tahun Baru 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci, di antaranya Direktur Eksekutif FPANN Pusat, Moh. Hasan, S.H.; Direktur Komisaris Media Kabarnusa24.com, Suhaeb Rizal, M.; Pimred Mediabangsa Nusantara, Sumantri Rio Utomo, S.M.; Ketua LPHI Bondowoso, Supriadi, S.H., M.H.; Pimred Media Temporatur.com, Suryo Sudharmo; serta Kaperwil Jatim, Ilyas Ilham.

Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif FPANN Pusat, Moh. Hasan, S.H., menegaskan bahwa pemberantasan korupsi memerlukan tindakan kolektif yang nyata, bukan sekadar slogan.

Bacaan Lainnya

“Korupsi adalah kejahatan luar biasa dan musuh bersama. Dibutuhkan integritas serta keberanian untuk bersikap jujur dan transparan demi kemajuan bangsa,” tegas Hasan.

Senada dengan hal tersebut, Pimpinan Redaksi Mediabangsa Nusantara, Sumantri Rio Utomo, S.M., menyoroti peran vital pers sebagai pilar keempat demokrasi. Ia menyatakan bahwa media memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi garda terdepan dalam mengungkap penyimpangan dan mengedukasi masyarakat agar tidak permisif terhadap praktik rasuah.

Sementara itu, Kaperwil Jawa Timur, Ilyas Ilham, memberikan pesan menohok terkait dampak sosial korupsi. Menurutnya, selama korupsi masih tumbuh subur, cita-cita Indonesia Maju akan sulit tercapai.

“Mari kita jujur dalam bertugas dan bersih dalam melayani masyarakat. Hasil korupsi tidak hanya merugikan negara, tapi membawa dampak moral yang berkepanjangan,” ujar Ilyas.

Ikhtiar Spiritual dan Harapan Tahun 2026
Acara ini juga dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Azis, Lora Abd. Wahab, bersama para kiai, santri, tokoh masyarakat, aktivis LSM, dan insan pers. Sebagai penutup, seluruh hadirin melantunkan Sholawat Nariyah secara berjamaah.
Pembacaan sholawat ini dimaksudkan sebagai ikhtiar batin agar bangsa Indonesia dijauhkan dari praktik korupsi serta mendapatkan keberkahan di tahun 2026.

“Melalui doa dan sholawat ini, kami berharap pergantian tahun membawa semangat baru bagi Indonesia yang lebih bersih, jujur, dan semakin maju,” pungkas Ilyas Ilham menutup acara.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *