Waterfront City Pangururan Dipertanyakan: Kebersihan, Kenyamanan, dan Dugaan Anggaran Fiktif Jadi Sorotan
Waterfront City Pangururan, yang digadang-gadang sebagai pusat daya tarik wisata unggulan di Kabupaten Samosir, kini menghadapi sorotan tajam dari masyarakat dan wisatawan. Alih-alih menyajikan “kepingan surga” seperti julukan daerah ini, kondisi kebersihan, kenyamanan, fasilitas, serta adanya dugaan anggaran fiktif yang terkuak, menciptakan awan keraguan atas pengelolaan objek vital pariwisata tersebut.

Kabupaten Samosir memang dikenal kaya akan destinasi menakjubkan, mulai dari Jembatan Tano Ponggol, Sibea-bea, hingga Tuk Tuk. Namun, Waterfront City yang memiliki fasilitas air mancur, kafe, dan jembatan tepi Danau Toba menjadi tumpuan harapan wisatawan, baik domestik maupun internasional, untuk menikmati keindahan alam Danau Toba secara maksimal.
Harapan agar keindahan ini dijaga dan dikembangkan lebih baik lagi oleh Pemerintah Daerah setempat, khususnya Dinas Pariwisata, kini berbenturan dengan realitas di lapangan.
Kondisi di Lapangan Dikeluhkan
Beberapa pengunjung mengeluhkan kondisi terkini Waterfront City yang dinilai kurang terawat. Persoalan kebersihan dan minimnya fasilitas yang optimal menjadi catatan penting yang dapat mengurangi kenyamanan berwisata.
Padahal, lokasi ini merupakan salah satu gerbang utama yang menyambut kedatangan turis ke Samosir.
Dugaan Anggaran Fiktif Terkuak
Permasalahan ini semakin keruh dengan adanya temuan dugaan anggaran fiktif yang mencuat ke publik. Temuan ini terkait beberapa proyek yang dijadwalkan pada tahun 2025, namun diduga tidak memiliki wujud fisik atau pelaksanaan di lapangan.
Adapun rincian dugaan anggaran tersebut meliputi:
Pemeliharaan Waterfront City: sekitar Rp 519.000.000,-
Pembangunan lapangan basket: sekitar Rp 175.000.000,-
Pembangunan pagar Waterfront City: sekitar Rp 400.000.000,-
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya membenarkan temuan tersebut. Menurutnya, tidak ada pengerjaan fisik yang terlihat, baik untuk pemeliharaan pada bulan Februari maupun pembangunan lapangan basket dan pagar, ujar nya, Jumat 21 / 11/2025.
Respons Dinas Pariwisata Dinanti
Wartawan Media Temporatur.com telah berupaya melakukan konfirmasi dan komunikasi yang baik dengan jajaran Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir, mulai dari Sekretaris Dinas, Kepala Bidang, hingga Kepala Dinas terkait. Namun, setelah menunggu kurang lebih 2 minggu lamanya, pihak dinas terkait belum memberikan keterangan resmi atau tanggapan mengenai temuan dugaan anggaran fiktif ini.
Ketiadaan transparansi dan penjelasan dari pihak berwenang ini semakin memperkuat keraguan masyarakat akan keseriusan Pemda Samosir dalam mengelola dan memajukan sektor pariwisata mereka.
Publik kini menantikan sikap tegas dan transparansi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir untuk menjawab isu-isu krusial ini demi menjaga citra pariwisata Samosir sebagai “kepingan surga” yang mempesona.
(Ronald/Tim Redaksi)














