Kolaborasi SPI dan TNI dalam Program Ketahanan Pangan Nasional

Kolaborasi SPI dan TNI dalam Program Ketahanan Pangan Nasional
Keterangan foto: Ketua umum SPI Ir.Jaenal Abidin Aditya bersama anggota Babinsa Koramil Cibitung ( Sertu Munadi ) dan Koramil Tarumajaya (Sertu Parmadi ) Kodim 0509/Kab. Bekasi serta Serma Sunarto Anggota Denma Dam Jaya - Babinsa Koramil 10/ Sukatani Kodim 0509 Kab.Bekasi (Serka Karsim Gunawan) menginisiasi program ketahanan pangan menggandeng SPI ( Swadaya Petani Indonesia)  berbincang- bintang terkait  mewujudkan swasembada pangan di wilayah Kabupaten Bekasi

Kolaborasi SPI dan TNI dalam Program Ketahanan Pangan Nasional

Bekasi – Temporatur.com

Kolaborasi Program ketahanan pangan nasional yang dijalankan oleh SPI (Swadaya Petani Indonesia) dan TNI, khususnya di Kabupaten Bekasi ini sangat penting dan strategis dalam meningkatkan hasil produksi panen.

Ketua umum SPI Jaenal Abidin Aditya bersama anggota Babinsa Koramil Cibitung ( Sertu Munadi ) dan Koramil Tarumajaya (Sertu Parmadi ) Kodim 0509/Kab. Bekasi serta Serma Sunarto Anggota Denma Dam Jaya – Babinsa Koramil 10/ Sukatani Kodim 0509 Kab.Bekasi (Serka Karsim Gunawan)
menginisiasi program ketahanan pangan menggandeng SPI ( Swadaya Petani Indonesia)  berbincang- bincang terkait  mewujudkan swasembada pangan di wilayah Kabupaten Bekasi yang berlangsung  pada Senin 27 Oktober 2025.

Jaenal Abidin Aditya mengungkapkan, bahwa pertanian yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi setiap tahunnya tidak pernah ada peningkatan hasil panen nya secara maksimal, dengan estimasi hasil panen per hektare saat ini berkisar hanya mencapai 4 sampai 5 Ton,karena salah satu faktor nya adalah tanah yang tidak lagi subur atau tanah yang sakit, kata Jaenal Abidin Aditya.

“Kami dari SPI bersama TNI merasa terpanggil untuk memberikan edukasi (SOP) dari SPI, bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang ilmu tanah agar tanah kembali pada fungsinya dengan memberikan pemahaman ke para petani tentang Ilmu Tanah, Ilmu Budidaya Ilmu Pemupukan dan Ilmu Perwatan, ujar  Jaenal Abidin Aditya, (Senin 27/10/2025).

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut Jaenal Abidin Aditya mengatakan, bahwa paradigma selama ini petani dalam mengolah sawah hanya menggunakan ilmu turun menurun atau tradisional dari era terdahulu, sehingga, para petani lupa atau tidak tahu dengan kondisi tanah yang telah berpuluh-puluh tahun terkontaminasi oleh bahan kimia dan limbah. Maka dari itu, SPI akan membuka paradigma baru terkait penyehatan tanah ( menetralisir tanah dari unsur- unsur kimia), mengembalikan kesuburan tanah sebelum ditanami agar padi tumbuh sehat dan menghasilkan panen yang berlimpah, sebaik dan semahal apapun pupuk yang digunakan akan tidak berguna kalau tanahnya tidak subur (tanah sakit), imbuhnya.

“SPI memiliki sasaran dan target menuju hasil panen 8 sampai 10 Ton per hektare melalui penelitian dan demplot untuk tercapainya harapan para petani di Kabupaten Bekasi, sesuai dengan program Presiden Republik Indonesia tentang Ketahanan Pangan.

“Ingat!! Tidak akan ada hasil yang berlimpah dan maksimal tanpa ada penghormatan dan penghargaan terhadap tanah,” pungkasnya.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mendukung program ini:

Tujuan Program:

Mengembalikan kesuburan tanah yang telah terkontaminasi oleh bahan kimia dan limbah
Meningkatkan hasil produksi panen padi di wilayah Bekasi
Memberikan edukasi kepada petani tentang ilmu tanah, budidaya, pemupukan, dan perawatan yang baik

Strategi Program:

1. Edukasi dan Pelatihan : SPI dan TNI dapat memberikan pelatihan dan edukasi kepada petani tentang ilmu tanah, budidaya, pemupukan, dan perawatan yang baik. Hal ini dapat membantu petani memahami pentingnya menjaga kesuburan tanah dan menggunakan metode pertanian yang berkelanjutan.
2. Penyehatan Tanah : SPI dan TNI dapat membantu petani melakukan penyehatan tanah dengan menggunakan metode yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Hal ini dapat membantu mengembalikan kesuburan tanah dan meningkatkan hasil produksi panen.
3. Penggunaan Pupuk Organik : SPI dan TNI dapat mempromosikan penggunaan pupuk organik sebagai alternatif pupuk kimia yang dapat merusak tanah. Pupuk organik dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi dampak lingkungan.

Manfaat Program:

Meningkatkan hasil produksi panen padi di wilayah Bekasi
Mengembalikan kesuburan tanah dan meningkatkan kualitas lingkungan
Meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar
Mendukung program ketahanan pangan nasional

Dengan demikian, program ketahanan pangan nasional yang dijalankan oleh SPI dan TNI ini dapat membantu meningkatkan hasil produksi panen padi di wilayah Bekasi dan mendukung program ketahanan pangan nasional.

(Heri R/Red)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *