Buling Disertai Kekerasan Terjadi di SMPN 1 Ciawi Bogor, Saat ini Korban Dirawat Intensif Akibat Pendarahan di Alat Vitalnya

Buling Disertai Kekerasan Terjadi di SMPN 1 Ciawi Bogor, Saat ini Korban Dirawat Intensif Akibat Pendarahan di Alat Vitalnya
Dok.Temporatur.com

Buling Disertai Kekerasan Terjadi di SMPN 1 Ciawi Bogor, Saat ini Korban Dirawat Intensif Akibat Pendarahan di Alat Vitalnya

Bogor,- Temporatur.com

Korban buling disertai tindakan kekerasan terjadi kepada siswa laki-laki inisial A kelas 7 G SMPN 1 Ciawi Kabupaten Bogor. Diduga korban mendapatkan tindakan kekerasan dari teman satu kelasnya yaitu dari kelas 7 i.

Dok.Temporatur.com
Dok.Temporatur.com

Menurut korban, kronologis kejadian bermula pada saat itu ia sedang Sholat di Mushollah sekolah, tiba-tiba sekitar 3 orang pelaku langsung meinting A, kemudia kedua tanganya dipegangin oleh dua orang pelaku, lalu pelaku 1 lagi menusuk-nusukkan jarinya ke Alat vitalnya, sehingga korban merasa kesakitan, Senin (28/7/2025).

Selepas itu korban dan pelaku kembali masuk keruangan kelas masing-masing, untuk melanjutkan pelajaran. Namun tidak berapa lama korban (A) merasa badanhnya pada sakit, terutama di alat vitalnya, sehingga ia pun berjalan tidak normal lagi, sudah ngangkang, akibat terjadi pembengkakan.

Karena tidak kuat menahan rasa sakit ia pun memberanikan diri mintak ijin kepihak sekolah untuk pulang dan mintak dijemput orangtuanya. Dan di perbolehkan sama pihak sekolah untuk istirahat dan berobat dirumah.

Bacaan Lainnya

Saat dikonfirmasi kepada orangtua korban yang enggan disebutkan namanya atas prihal tersebut. ” Ia pak saya mau mintak pertanggung jawaban penuh dari pihak sekolah dan pada pihak pelaku, soalnya anak saya sekarang kencing darah dan di infus, di RSU Ciawi,” paparnya.

Menurutnya, untuk berobat pun saat ini biaya ditanggung sendiri, karena ternyata sakit akibat kecelakaan, BPJS tidak bisa mengkaper, keculai sudah ada keterangan dari pihak kepolisian bahwa benar kejadian kekerasan itu terjadi dari lingkungan sekolah.

“Saya mintak pertanggung jawaban dari pihak sekololah dan para pelaku seutuhnya samapai sembuh seutuhnya,” ungkap orangtuanya.

Akibat kejadian di atas, pihak sekolah akan menerima sangsi baik secara hukum, baik disiplin dari Dinas Pendidikan, bahkan kepala sekolah bisa di mutasi dengan tidak hormat, karena sudah lalai dalam memberikan pengarahan kepada siawa/i didiknya.

(G)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *