Kang Dedi Mulyadi: Peran Tim Sukses Mengantarkan Kemenangan Bukan Mengajukan Proposal atau Masuk Gedung Negara

Kang Dedi Mulyadi: Peran Tim Sukses Mengantarkan Kemenangan Bukan Mengajukan Proposal atau Masuk Gedung Negara
Keterangan foto: Dedi Mulyadi Gubernur Provinsi Jawa Barat (foto istimewa)

Kang Dedi Mulyadi: Peran Tim Sukses Mengantarkan Kemenangan Bukan Mengajukan Proposal atau Masuk Gedung Negara

Bekasi – Temporatur.com

Gubernur terpilih Jawa Barat periode 2024-2029,Dalam tayangan video Tiktok, Kang Dedi Mulyadi, menegaskan Peran birokrasi dalam pemerintahan daerah itu bukan tim sukses. Pernyataan ini disampaikan dalam pidatonya baru-baru ini, di mana ia menyoroti peran tim sukses kembali ke profesi masing-masing setelah pemilihan usai.

“Ketika saya menjadi Bupati, pernahkah ada pihak di samping kiri saya sebagai partai? Jawabannya tidak. Tapi di samping kiri saya selalu bersama birokrasi,” ujar Dedi Mulyadi, yang juga merupakan mantan Bupati Purwakarta dan pernah menjabat sebagai anggota DPR RI.

Menurutnya, tugas tim sukses hanya mengantarkan calon hingga memenangkan kontestasi politik. Setelah itu, mereka tidak perlu ikut serta masuk dalam pemerintahan daerah. “Bahaya kalau tim sukses ingin masuk ke gedung negara. Nggak bisa. Mengapa demikian? Karena tim sukses harus kembali,” tegasnya.

Kang Dedi juga menekankan bahwa tim sukses adalah relawan yang berjuang demi visi besar, bukan demi kepentingan pribadi. “Tim sukses itu Namanya juga relawan artinya rela berkorban. Untuk apa berkorban? Karena di dalam dirinya nggak apa-apa menjadi pemimpin atau tidak Jadi pemimpin, yang penting visi Purwakarta menjadi Daerah istimewa di Jawa Barat terwujud,” lanjutnya.

Bacaan Lainnya

Ia mengkritik praktik di mana tim sukses terus mengandalkan proposal demi keuntungan pribadi setelah pemilihan. “Tim sukses itu semua profesinya sehingga harus kembali bagi yang menjadi petani, jadi nelayan, jadi buruh. Yang penting di perhatikan kesejahteraan rakyat. Bukan malah mengirim proposal, proposal, proposal, lalu selama sepuluh tahun hidup dari proposal,” ungkapnya.

Pidato Kang Dedi ini mendapat beragam respons dari publik, terutama dalam kaitannya dengan harapan terhadap pemerintahan yang bersih dari kepentingan pribadi dan lebih fokus pada pembangunan masyarakat.**

(ER)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *