Kadinkes Kab. Sumenep, Drg. Ellya Fardasyah : Cegah Penyakit pada Saat Perubahan Cuaca Ekstrim

Kadinkes Kab. Sumenep, Drg. Ellya Fardasyah : Cegah Penyakit pada Saat Perubahan Cuaca Ekstrim
Foto : Drg. Ellya Fardasah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Sumenep. (ft. Dok. Faisol)

Kadinkes Kab. Sumenep, Drg. Ellya Fardasyah : Cegah Penyakit pada Saat Perubahan Cuaca Ekstrim

Sumenep – Temporatur.com

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Sumenep, Drg Ellya Fardasah, menghimbau agar masyarakat di Kab. Sumenep bisa mencegah Penyakit yang datang di musim Pancaroba. Katanya kepada media Temporatur.com

Menurutnya, menjaga kekebalan tubuh di musim pancaroba itu agak sulit karena terkadang tubuh mendadak sakit ketika saat aktivitas sedang padat – padatnya, tentu hal itu sangat mengganggu, namun yang harus dilakukan pada saat musim pancaroba adalah mencegah dan menjaga kekebalan tubuh terutama dari gigitan nyamuk,tegasnya.

Dengan begitu, kata dia, salah satu upaya untuk dapat mencegah gigitan nyamuk dan penyebaran virus yang melalui tangan, salahsatunya menjauhi makanan dan minuman yang tidak terjamin kebersihannya untuk mencegah infeksi saluran pencernaan yang dapat menyebabkan diare. Tegasnya

Selain itu, sambungnya, dihimbau juga agar masyarakat sadar, akan kebersihan lingkungan dengan cara membuang sampah pada tempatnya dan membersihkan permukaan benda yang sering disentuh, seperti meja, kursi, dan lainnya. Jelasnya

Bacaan Lainnya

” Jadi, upaya untuk menjaga kekebalan tubuh kita lakukan pola sehat dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi”

Oleh karenanya kata dia, cuaca pada musim pancaroba terkadang membawa kondisi udara pada waktu tertentu baik dan di wilayah tertentu kurang membaik, dan hal itu terjadi pada jangka waktu singkat, Seperti kondisi hujan dan panas ataupun mendung. Urainya

Ia juga menghimbau, agar masyarakat di Kab. Sumenep, dapat mewaspadai perubahan cuaca pada saat pancaroba dan meningkatnya suhu global yang menjadi pengantar kepada perubahan-perubahan lainnya.

Artinya, kata dia, Dalam kondisi iklim yang berubah secara tiba-tiba cuaca panas yang menyengat bisa berlangsung lebih lama tanpa diduga. Jadi, Udara panas itu dapat meningkatkan kadar ozon serta polutan di udara yang dapat menimbulkan penyakit-penyakit kardiovaskular serta gangguan pernapasan. Jelasnya

Di sisi lain, Sambubgnya, curah hujan yang kian meningkat berpotensi menimbulkan banjir bandang dan bencana ini berdampak kepada minimnya sumber air bersih yang aman untuk dikonsumsi. Disamping itu, penyakit-penyakit pencernaan seperti diare akan meningkat. Urainya

Lebih lanjut, Ia mengatakan pada saat tubuh terlalu panas, penyakit hipertermia dapat terjadi, ditambah dengan dehidrasi maka mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit dan hasilnya seseorang dapat mengalami syok kardiogenik.

” Biasanya, penyakit hipertermia itu terjadi pada saat jantung tiba-tiba menjadi lemah dan tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh dan itu menyebabkan kegagalan multi-organ dan dapat memicu serangan jantung”

Makanya pada musim pancaroba, lakukan antisipasi atau pencegahan terhadap segala penyakit yang mudah datang dengan cara menggunakan, pakaian yang longgar, serta minum yang cukup dan istirahat yang cukup. Sarannya

Sebaliknya, jika terjadi pergantian cuaca dari kering ke basah biasanya membuat tubuh rentan terhadap gangguan kesehatan. Hal ini dikarenakan tubuh harus beradaptasi dengan suhu dan kelembapan udara yang berbeda dari sebelumnya.

Saat curah hujan tinggi, masyarakat agar memperhatikan lingkungan sekitar, Jangan sampai ada genangan air yang menjadi sarang nyamuk. Bersihkan tempat penampungan air yang kotor yang menjadi tempat bersarangnya kuman dan bakteri. Urainya

Lakukan terus antisipasi atau pencegahan dalam situasi yang ekstrim dengan memperbanyak mengkonsumsi vitamin, Pastikan selalu Higienis dan gunakan pakaian yang tebal, jaga asupan makanan, Siapkan perbekalan hujan seperti payung, Jas hujan hingga sepatu boat.

Ia juga menjelaskan, beberapa penyakit yang biasa muncul saat perubahan cuaca, salah satunya adalah, Flu. Infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan (sistem yang terdiri dari hidung, tenggorokan, dan paru-paru).

Kemudian, Sesak nafas, Gangguan pencernaan, Kelelahan akibat kepanasan. Kelelahan akibat kepanasan terjadi karena seseorang melakukan kegiatan di luar ruangan ketika suhu udara sangat panas,pungkasnya.**

(Faisol ER)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *