Program dan Visi-Misi H. Andi Harahap- Dayang Donna Faroek, Cabup dan Cawabup PPU Nomor Urut 2 di Pilkada 2024
Penajam- Temporatur.com |
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Rapat Pleno Terbuka untuk Pengundian dan Penetapan Nomor Urut serta Deklarasi Kampanye Damai bagi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati PPU dalam rangka Pemilihan Serentak 2024. Acara ini berlangsung di halaman Kantor KPU Kabupaten PPU, pada Hari Senin (23/09/2024), dan dihadiri oleh seluruh pasangan calon, partai pengusung, serta pejabat penting daerah.
Diketahui hasil pengundian Nomor Urut pasangan Cabup- Cawabup PPU ada 4 Calon yang akan bertarung di Pilkada serentak 2024 tersebut, salah satunya H. Andi Harahap- Dayang Donna Farouk dengan Nomor urut 2 (Dua), dengan Mengkampanyekan sederet program dan Visi-Misinya.
Inilah Sederet Program serta Visi-Misi pasangan H.Harahap- Dayang Donna Faroek.
Koalisi Partai
1. Partai Golongan Karya.
2. Partai Hati Nurani Rakyat.
3. Partai Kebangkitan Bangsa.
4. Partai Persatuan Indonesia.
5. Partai Persatuan Pembangunan.
Visi :
Visi menggambarkan harapan akan kondisi yang lebih baik yang hendak diwujudkan pada masa depan, dalam hal ini lima tahun mendatang. Kondisi yang lebih baik tersebut didasarkan pada isu-isu strategis yang dihadapi daerah maupun tantangan dan peluang baik yang berada pada level lokal, regional, nasional, dan global. Sedangkan misi menggambarkan serangkaian upaya strategis yang hendak dilakukan untuk mewujudkan harapan akan kondisi ideal tersebut.
Visi Andi Harahap-Dayang Donna Faroek 2025-2030 merupakan upaya untuk mendorong lompatan pembangunan dalam periode lima tahun ke depan. Analisis terhadap capaian berbagai indikator pembangunan periode sebelumnya menjadi pijakan penting bagi penentuan arah dan upaya pembangunan PPU. Selain didasarkan perkembangan berbagai ranah lingkungan strategis dalam lingkup lokal, penyusunan visi dan misi juga didasarkan pada analisis secara cermat terhadap perubahan-perubahan strategis yang terjadi pada lingkup regional, nasional, dan global. Hal ini selain dilakukan untuk membuat perencanaan menjadi lebih holistik dan antisipatif juga dilakukan guna memastikan keselarasan dengan perencanaan pembangunan baik pada level provinsi, maupun nasional. Dengan demikian arah pembangunan Kabupaten PPU dalam lima tahun ke depan turut menopang pencapaian visi pembangunan pada level provinsi maupun nasional.
Proses pembangunan dan berpindahnya ibukota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur, merupakan salah satu isu strategis nasional yang secara langsung berdampak bagi Kabupaten PPU. Terlebih sebagian wilayah dan penduduk PPU turut masuk ke dalam kawasan IKN. Perkembangan ini tentu saja membawa peluang sekaligus tantangan besar bagi Pemerintah Kabupaten PPU untuk dapat maju dan berkembang seirama dengan kehadiran IKN.
Berdasarkan pertimbangan berbagai isu-isu strategis tersebut, rumusan visi pembangunan kami untuk 2025-2030 adalah;
“Penajam Paser Utara Maju, Berdaya Saing dan Sejahtera berbasis Ekonomi Kerakyatan”
Rumusan visi tersebut memuat empat frasa kunci yakni Maju, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Serambi Nusantara. Secara ringkas masing-masing frasa mengandung makna sebagai berikut:
Maju. Visi PPU ”Maju” mengandung arti bahwa masyarakat PPU secara umum mencapai tingkat perkembangan yang tinggi dalam berbagai aspek kehidupan. Kemajuan tersebut antara lain dicirikan dengan ekonomi yang stabil dan berkembang, tingkat pengangguran dan kemiskinan yang rendah, serta distribusi pendapatan yang merata. Di samping indikator-indikator ekonomi, kemajuan suatu daerah juga ditandai dengan layanan publik yang berkualitas dan dapat diakses dengan mudah oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya untuk layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Ketersediaan infrastruktur yang baik, termasuk transportasi, komunikasi, air bersih, pemukiman, yang ditopang dengan pemanfaatan teknologi juga menandai kemajuan suatu daerah.
Berdaya Saing. mengindikasikan bahwa Kabupaten PPU mampu untuk mengoptimalisasi keunggulan komparatif dan kompetitifnya dalam memajukan perekonomian daerah. Daya saing suatu daerah dipengaruhi oleh setidaknya 12 pilar daya saing daerah, yaitu: institusi, infrastruktur, adopsi teknologi informasi dan komunikasi, stabilitas ekonomi makro, kesehatan, keterampilan, pasar produk, pasar tenaga kerja, sistem keuangan, ukuran pasar, dinamisme bisnis, serta kapabilitas inovasi.
Sejahtera. merujuk pada kondisi atau keadaan di mana warga masyarakat PPU merasa bahagia, nyaman, dan puas dalam berbagai aspek kehidupan. Kesejahteraan mencakup berbagai dimensi seperti kesehatan fisik dan mental, keamanan finansial dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar, hubungan sosial yang baik dengan sesama anggota masyarakat.
MISI
Misi 1: Mewujudkan SDM Berdaya Saing
Sumber daya manusia merupakan fondasi utama bagi upaya mewujudkan kemajuan daerah. Sumber daya manusia yang handal, kompetitif, dan berintegritas, berperan penting dalam upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing daerah. SDM yang unggul menjadi penggerak inovasi dan kreativitas guna memajukan kesejahteraan bersama. Upaya pengembangan sumberdaya manusia Kabupaten PPU 5 tahun ke depan didasarkan pada penguasaan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi yang semakin pesat. Upaya mewujudkan SDM berdaya saing juga ditopang oleh peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Masyarakat yang sehat dan cerdas akan berdampak pada daya saing SDM, sehingga peluang bonus demografi dan pembangunan IKN dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Terlebih pembangunan IKN sebagai smart city membuka peluang bagi berbagai lapangan pekerjaan yang mensyaratkan penguasaan keterampilan dan teknologi. Untuk itu penyediaan layanan pendidikan tinggi dan sekolah-sekolah vokasi serta lembaga-lembaga pelatihan kerja yang sejalan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja menjadi agenda strategis bagi Kabupaten PPU.
Pada aspek kesehatan Kabupaten PPU juga perlu melakukan terobosan ekstra untuk terus mengejar ketertinggalannya dari mayoritas daerah di Kalimantan Timur, berbagai indikator makro kesehatan seperti Umur Harapan Hidup (UHH), Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih perlu perhatian serius. Untuk itu dari aspek penyediaan layanan, pemerintah Kabupaten PPU perlu untuk terus memastikan penyediaan dan pemerataan pelayanan dengan kualitas yang semakin meningkat. Peningkatan kualitas layanan Rumah Sakit Umum Daerah yang ditopang oleh peralatan dan tenaga-tenaga medis yang profesional menjadi kebutuhan mendesak. Pada saat yang sama upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat juga perlu untuk terus dikampanyekan.
Beberapa upaya yang akan kami lakukan adalah sebagai berikut:
1
Peningkatan akses dan kualitas kesehatan
2
Peningkatan akses dan kualitas pendidikan
3
Peningkatan akses perlindungan sosial berbasis data yang akurat
4
Peningkatan peran lembaga keagamaan dan sosial kemasyarakatan untuk penguatan kondusivitas sosial dan pelestarian kebudayaan
5
Peningkatan pengarusutamaan gender, perlindungan anak dan penguatan kualitas keluarga
6
Peningkatan pelayanan dan pembinaan kepemudaan serta keolahragaan

Misi 2: Mewujudkan Transformasi Ekonomi Kerakyatan yang Berkelanjutan
Tujuannya adalah untuk membangun ekonomi yang tidak hanya tumbuh secara stabil tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial. Terlebih sebagai Serambi Nusantara, pola pembangunan PPU diarahkan sejalan dengan prinsip-prinsip pembangunan inklusif dan berkelanjutan yang dikembangkan di IKN. Untuk mendukung tranformasi ekonomi berkelanjutan tersebut, pemerintah PPU juga perlu mendorong kerjasama penelitian dan pengembangan dalam teknologi hijau, metode pertanian berkelanjutan, dan solusi inovatif lainnya yang mendukung keberlanjutan. Pada saat yang sama pemerintah juga perlu mendorong upaya penguatan keterampilan yang diperlukan dalam ekonomi berkelanjutan, seperti manajemen sumber daya, teknologi hijau, dan praktik bisnis berkelanjutan. Transformasi ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan bukan hanya tentang perlindungan lingkungan, tetapi juga tentang menciptakan prospek ekonomi jangka panjang yang kuat dan adil bagi semua.
Beberapa upaya yang akan lakukan antara lain:
1
penguatan ekosistem industri hijau;
2
Peningkatan produktivitas pertanian;
3
Peningkatan akses lapangan kerja layak dan penguatan kapasitas tenaga kerja;
4
Peningkatan ekosistem IKM, UMKM, dan ekonomi kreatif;
5
Peningkatan pemberdayaan masyarakat desa;
6
Peningkatan iklim investasi hijau; dan
7
Peningkatan daya tarik pariwisata berbasis keunggulan wilayah.
Misi 3: Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif Melayani
Proses yang sinergis, demokratis, transparan, serta akuntabel menjadi kata kunci. Selain itu komitmen seluruh pihak untuk mendorong sistem yang bebas korupsi, serta menjunjung tinggi etika dan norma-norma yang berlaku juga sangat penting untuk ditekankan. Untuk itu, selain penegakkan sistem hukum yang independen, upaya kuat juga harus dilakukan pada ranah hulu, melalui pendidikan, penerapan kode etik, serta memfasilitasi tumbuhnya ruang-ruang publik yang kritis dan konstruktif.
Beberapa upaya yang akan lakukan antara lain:
1
Pemerataan ketersediaan dan akses pelayanan publik;
2
Peningkatan kapasitas dan profesionalitas aparatur birokrasi;
3
Penerapan sistem kepegawaian berbasis mertikorasi;
4
Peningkatan kebijakan publik berbasis bukti;
5
Peningkatan sistem keterbukaan informasi yang terintegrasi;
6
Membangun budaya sinergi antar lembaga pemerintah;
7
Membangun budaya kolaborasi dengan sektor swasta dan masyarakat sipil; dan
8
Meningkatkan sistem transparansi dan akuntabilitas.
Misi 4: Meningkatkan Optimalisasi Potensi Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan
Kabupaten PPU yang akan diproyeksikan sebagai salah satu lumbung pangan bagi warga IKN, oleh karena itu pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu kata kunci, misalnya dalam mendorong produktivitas pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan yang berkelanjutan. Pemanfaatan energi terbarukan dapat menjadi terobosan penting bagi Kabupaten PPU sejalan dengan pendekatan pembangunan kota cerdas ramah lingkungan yang diterapkan di IKN. Selain energi, upaya pelestarian sumber air juga menjadi agenda penting bagi Langkah-langkah konkrit pelestarian sumber daya air ini sekaligus dapat menopang keberlanjutan pembangunan di PPU.
Beberapa upaya yang akan lakukan antara lain:
1
Penguatan Regulasi dan penataan kelembagaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup;
2
Penguatan kapasitas pengelolaan sampah dan limbah berbasis masyarakat didukung dengan infrastruktur persampahan memadai;
3
Penguatan manajemen risiko bencana, keselamatan dan perubahan iklim; dan
4
Perlindungan sumber daya air berbasis kesesuaian perencanaan tata guna lahan.
Misi 5: Mewujudkan Infrastruktur Dasar yang Merata dan Berkeadilan
Ketersediaan infrastruktur dasar yang baik merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur dasar tersebut antara lain meliputi jalan, listrik, air bersih, telekomunikasi, sarana prasarana pendidikan, kesehatan, dan perekonomian, serta sarana prasarana lingkungan seperti ruang terbuka hijau dan fasilitas pengelolaan sampah. Tingginya perhatian pemerintah pusat terhadap kawasan di sekitar IKN termasuk PPU juga menjadi keuntungan tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat PPU. Berbagai proyek infrastruktur strategis di kawasan sekitar PPU seperti pelabuhan, bandara, jembatan, hingga embung, menjadi agenda pembangunan provinsi hingga nasional yang manfaatnya akan dapat dirasakan oleh warga PPU. Beberapa hal yang masih perlu menjadi perhatian pemerintah PPU antara lain kuantitas dan kualitas jaringan jalan kabupaten, jaringan air minum, infrastruktur irigasi, penataan kawasan kumuh, serta fasilitas pengolahan sampah.
Beberapa upaya yang akan lakukan antara lain:
1
Peningkatan kualitas permukiman layak huni dan kualitas infrastruktur dasar permukiman;
2
Peningkatan kualitas dan pemerataan layanan infrastruktur pendukung perekonomian. (Pan)















