Bekasi – Jabar || Temporatur.com
Pembangunan sarana , prasarana dan utilitas pemagaran sekolah SDN Karangsetia 02, Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi provinsi Jawa barat diduga asal jadi pasalnya didalam mengerjakannya tidak sesuai RAB dan Spek yang ada.
Pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV INALINDO PRATAMA bersumber dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang ( DCKTR ) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi tahun 2023
Nomor kontrak : PG 02.02/273/SP/BN-DCKTR 2023 tanggal kontrak 12 juni 2023
Nilai kontrak Rp 207.273.000 ( Dua ratus tujuh juta dua ratus tujuh puluh tiga ribu rupiah).

Sasmita Seorang warga setempat mengatakan,bahwa pekerjaan Pemagaran SDN Karangsetia 02 Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi dinyatakan tidak memenuhi kriteria kwalitas Dan mutu konstruksi.Alasannya karena material berupa pasir yang digunakan pasir urug buka lagi peruntukan buat masang batu, melainkan pasir untuk pengurugan, Sabtu 08/07/2023.
” Menurut saya ini pasir urug, bukan pasir untuk pasang batu. Pasir itu banyak jenisnya, jika pasir ini tetap digunakan saya tidak jamin kualitasnya,” Ucap Sasmita
Mestinya menurut dia, jika kualitas ingin bagus jangan di pake pasir yang tidak pas peruntukannya dan kwalitas nya karena proses pengajuan untuk mendapatkan pembangunan ini tidak mudah, mesti menunggu lama sampai tahunan dari dinas terkait.
” Saya liat itu udah panjang pekerjaan pemasangan pondasi pake pasir urug itu, mestinya pelaksana tau klo pasir itu ngga pas, jangan di paksakan
Termasuk pemasangan pondasipun masih ada genangan air, yang harusnya dipompa dulu biar kering air nya, ketinggian juga kurang maksimal. Di tambah lagi pekerja tidak memakai K3, mana yang pake sepatu bot ga ada, padahal itu untuk kenyamanan dan keamanan kerja
Pelaksananya ga ada di lokasi, padahal saat liat setiap hari, saya tanya yang kerja aja mengakui bahwa Pelaksana ga pernah ada dilokasi kegiatan termasuk pengawas dan Konsultan dari dinas apa gunanya di adakan pengawas dan Konsultan kalu ga perna datang ke lokasi,” Tandasnya
Lebih jauh dirinya menyampaikan, jika pekerjaan itu tetap tidak ada perbaikan maka akan saya laporkan kedinas terkait yaitu dinas Cipta Karya ,” ucap nya.
Seorang pekerja dari kegiatan tersebut ketika di konfirmasi awak media mengatakan, bahwa membenarkan untuk material jenis pasir urug tersebut tidak cocok untuk pasir pasang batu
” Saya mah cuman pekerja pak, ga tau apa apa, adanya bahan pasir ini ya saya pake,” Tuturnya Ating sebagai pekerja , dan terkait sepatu Bot dan helm saya memang ga di kasih oleh plaksana atau pemborong .
( Red )















