Bekasi – Temporatur.com, Indonesia, panggung politik kita yang dinamis, membutuhkan harmoni dari beragam suara. Di tengah gemuruhnya, ada satu suara yang lama meredup, namun menyimpan energi revolusioner untuk perubahan: suara umat Kristen. Kini, saatnya suara itu kembali menggelegar, bukan hanya sebagai pelengkap, tapi sebagai kekuatan penentu arah bangsa. Kehadiran partai politik Kristen bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan dalam dinamika politik kebangsaan Indonesia, sebuah amanat sejarah untuk mewujudkan Indonesia yang lebih bermartabat. Ini adalah hak konstitusional yang dijamin oleh Pasal 28E ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945, yang secara eksplisit menyatakan bahwa “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.” Seperti kata pepatah Sunda, “Sacangreud pageuh, sagolek pangkek” (sekali berikrar harus teguh, sekali bertindak harus konsisten), yang mengingatkan kita bahwa setiap langkah dalam perjuangan ini harus didasari komitmen yang kuat, agar tujuan mulia dapat tercapai. Namun, mengapa suara ini perlu diorganisasikan dalam sebuah partai politik? Pertanyaan ini penting untuk […]
Bekasi – Temporatur.com, Indonesia, panggung politik kita yang dinamis, membutuhkan harmoni dari beragam suara. Di tengah gemuruhnya, ada satu suara yang lama meredup, namun menyimpan energi revolusioner untuk perubahan: suara umat Kristen. Kini, saatnya suara itu kembali menggelegar, bukan hanya sebagai pelengkap, tapi sebagai kekuatan penentu arah bangsa. Kehadiran partai politik Kristen bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan dalam dinamika politik kebangsaan Indonesia, sebuah amanat sejarah untuk mewujudkan Indonesia yang lebih bermartabat. Ini adalah hak konstitusional yang dijamin oleh Pasal 28E ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945, yang secara eksplisit menyatakan bahwa “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.” Seperti kata pepatah Sunda, “Sacangreud pageuh, sagolek pangkek” (sekali berikrar harus teguh, sekali bertindak harus konsisten), yang mengingatkan kita bahwa setiap langkah dalam perjuangan ini harus didasari komitmen yang kuat, agar tujuan mulia dapat tercapai. Namun, mengapa suara ini perlu diorganisasikan dalam sebuah partai politik? Pertanyaan ini penting untuk […]










