Banda Aceh – Temporatur.com 06 Januari 2026 – Di tengah penderitaan masyarakat Aceh akibat bencana alam dan krisis air bersih, polemik mahalnya biaya pengeboran sumur bor justru memantik kemarahan publik. Biaya pembangunan sumur bor yang disebut mencapai Rp100–150 juta per unit dinilai bertolak belakang dengan kondisi di lapangan, di mana warga dan kelompok masyarakat sipil mampu membangun sumur serupa dengan biaya sekitar Rp13–15 juta. SelanjutnyaTransparansi Dana Desa Teladas Kecamatan Rawas Ulu Dipertanyakan, Sejumlah Item Anggaran 2024-2025 Terindikasi JanggalKetua Umum (SPASI), , S.H., M.H., menyebut situasi tersebut sebagai cerminan krisis nurani dalam penanganan bencana. Menurutnya, ketika kebutuhan paling mendasar—air bersih—menjadi mahal di tengah penderitaan rakyat, negara patut melakukan refleksi serius. “Bencana adalah soal kemanusiaan. Ketika rakyat bisa membangun sumur dengan Rp15 juta, sementara negara berbicara Rp150 juta, publik wajar mempertanyakan empati dan akal sehat kebijakan itu,” ujar Jelani Christo, S.H., M.H. SelanjutnyaDistributor Beras Super Kerinci Merk Nur Beri Klarifikasi, Patuhi Arahan […]










