Pengamat Hukum dan Pembangunan, Hardjuno Wiwoho, menilai gelombang penjarahan yang menimpa rumah Menkeu Sri Mulyani, Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya menjadi simbol hilangnya kepercayaan publik terhadap pejabat dan figur publik. Menurutnya, peristiwa ini merupakan alarm keras bahwa negara terlambat menghadirkan instrumen hukum yang mampu menjawab keresahan masyarakat.
Pengamat Hukum dan Pembangunan, Hardjuno Wiwoho, menilai gelombang penjarahan yang menimpa rumah Menkeu Sri Mulyani, Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya menjadi simbol hilangnya kepercayaan publik terhadap pejabat dan figur publik. Menurutnya, peristiwa ini merupakan alarm keras bahwa negara terlambat menghadirkan instrumen hukum yang mampu menjawab keresahan masyarakat.









