Oleh : Jacob Ereste Manusia yang pintar di Indonesia sepertinya sudah terlalu banyak, tapi yang punya hati nurani dan sentuhan kemanusiaan semakin langka. Fenomenanya ditandai oleh tindak kejahatan kerah putih yang ada di bilik perkantoran mewah. Karena mereka mengumbar ketamakan dan kerakusan hingga uang rakyat tega mereka ditilep. Bahkan tindak kejahatan yang lebih sadis dan keji demikian gampang dan entengnya mereka lakukan seperti tiada timbang rasa dan tak takut pada dosa dan karma. Dan azab pun yang sudah mendera mereka — seperti terkena pada anak, istri bahkan cucu — seakan dianggap takdir yang tidak ada sangkut pautnya dengan perbuatan keji dan kekejaman yang telah mereka lakukan sebelumnya. Agaknya seperti itulah keambrugian etika, moral dan akhlak manusia yang pada dasar awalnya memiliki sikap dan sifat illahiah, karena memang telah ditetapkan Allah sebagai khalifah di muka bumi. Sebagai makhluk yang paling mulia, kini nilainya merosot berada jauh dibawah titik nol. Sebab […]
Oleh : Jacob Ereste Manusia yang pintar di Indonesia sepertinya sudah terlalu banyak, tapi yang punya hati nurani dan sentuhan kemanusiaan semakin langka. Fenomenanya ditandai oleh tindak kejahatan kerah putih yang ada di bilik perkantoran mewah. Karena mereka mengumbar ketamakan dan kerakusan hingga uang rakyat tega mereka ditilep. Bahkan tindak kejahatan yang lebih sadis dan keji demikian gampang dan entengnya mereka lakukan seperti tiada timbang rasa dan tak takut pada dosa dan karma. Dan azab pun yang sudah mendera mereka — seperti terkena pada anak, istri bahkan cucu — seakan dianggap takdir yang tidak ada sangkut pautnya dengan perbuatan keji dan kekejaman yang telah mereka lakukan sebelumnya. Agaknya seperti itulah keambrugian etika, moral dan akhlak manusia yang pada dasar awalnya memiliki sikap dan sifat illahiah, karena memang telah ditetapkan Allah sebagai khalifah di muka bumi. Sebagai makhluk yang paling mulia, kini nilainya merosot berada jauh dibawah titik nol. Sebab […]










