Banten || Temporatur.com Intelektualitas yang tidak dipandu oleh spiritualitas bisa menghasilkan perbuatan liar dan brutal akibat keangkuhan yang tidak terkendali dan tidak nampu dijinakkan. SelanjutnyaHasan Basri Siap Maju, di Pilkades Karangharja 2026–2034, Tuntaskan Pembangunan Lebih BaikKerusakan yang terjadi akibat perilaku ilmuan bukan saja sebatas kerusakan alam (fisik) semata, tetapi juga terhadap banyak hal yang bersifat non fisik, sehingga etika, moral dan akhlak manusia semakin merosot lebih kejam dari binatang buas. Itulah kecemasan banyak orang pada era milenial sekarang ini karena kemampuan untuk saling me hancurkan bahkan untuk memusnahkan akibat persaingan dalam banyak hal dan bentuk serta levelnya semakin beragam. SelanjutnyaAkibat Kelalaian Pegawai PLN Gunung Putri Warga Dayeuh Cileungsi Dirugikan, Hal ini Jadi Sorotan PublikSementara laku spiritual sebagai penyeimbang semakin merosot, karena dianggap seperti langkah mundur yang selalu dikesankan sedang berlomba dengan banyak pihak. Karenanya, kepintaran manusia se unggul mungkin terus dipacu seperti dalam persaingan yang telah menjadi kodrat tak bisa dihindarkan. […]
Banten || Temporatur.com Intelektualitas yang tidak dipandu oleh spiritualitas bisa menghasilkan perbuatan liar dan brutal akibat keangkuhan yang tidak terkendali dan tidak nampu dijinakkan. SelanjutnyaHasan Basri Siap Maju, di Pilkades Karangharja 2026–2034, Tuntaskan Pembangunan Lebih BaikKerusakan yang terjadi akibat perilaku ilmuan bukan saja sebatas kerusakan alam (fisik) semata, tetapi juga terhadap banyak hal yang bersifat non fisik, sehingga etika, moral dan akhlak manusia semakin merosot lebih kejam dari binatang buas. Itulah kecemasan banyak orang pada era milenial sekarang ini karena kemampuan untuk saling me hancurkan bahkan untuk memusnahkan akibat persaingan dalam banyak hal dan bentuk serta levelnya semakin beragam. SelanjutnyaAkibat Kelalaian Pegawai PLN Gunung Putri Warga Dayeuh Cileungsi Dirugikan, Hal ini Jadi Sorotan PublikSementara laku spiritual sebagai penyeimbang semakin merosot, karena dianggap seperti langkah mundur yang selalu dikesankan sedang berlomba dengan banyak pihak. Karenanya, kepintaran manusia se unggul mungkin terus dipacu seperti dalam persaingan yang telah menjadi kodrat tak bisa dihindarkan. […]









