Inovasi Penggemukan Sapi di Desa Talang Jadi Kajian Ketahanan Pangan Mandiri Sumenep

Inovasi Penggemukan Sapi di Desa Talang Jadi Kajian Ketahanan Pangan Mandiri Sumenep
Keterangan Foto : Pengusaha penggemukan Sapi di Desa Talang Saronggi Kab. Sumenep, Anis Jakfar Noer bersama pendiri, Yayasan Pusaka Desa Mandiri, A. Zaini

Inovasi Penggemukan Sapi di Desa Talang Jadi Kajian Ketahanan Pangan Mandiri Sumenep

SUMENEP, – Temporatur.com

Usaha penggemukan sapi (feedlot) milik Anis Jakfar Noer di Desa Talang, Kecamatan Saronggi, kini resmi menjadi pusat kajian strategis bagi Yayasan Pusat Kajian Ketahanan Pangan Desa Mandiri (Pusaka Desa) Kabupaten Sumenep.

Langkah ini ditandai dengan kunjungan monitoring dan penelitian yang dilakukan oleh Pendiri Yayasan Pusaka Desa, A. Zaini, bersama Ketua Yayasan, RB. Moh. Faisol Sadamih, S.Sos, pada Selasa (28/4/2026).

Kajian ini bertujuan untuk memetakan formula keberlangsungan pangan mandiri di Sumenep sekaligus mencetak kader entrepreneur desa yang inovatif.

Dari Hobi Menjadi Ekonomi Kuat

Bacaan Lainnya

Ketua Yayasan Pusaka Desa, RB. Moh. Faisol Sadamih, mengungkapkan bahwa model usaha yang dijalankan Anis Jakfar Noer sangat menarik untuk dikaji. Menurutnya, usaha ini merupakan contoh konkret bagaimana kegemaran yang ditekuni secara profesional dapat bertransformasi menjadi penguatan ekonomi rumah tangga.

“Kami hadir untuk melakukan kajian khusus terkait ketahanan pangan desa mandiri. Fokus kami adalah pendampingan dan membangun sekolah konsultasi di bidang pertanian, perkebunan, hingga budidaya yang berkesinambungan secara sosial,” ujar Faisol.

Rahasia Manajemen Pakan dan Kandang

Anis Jakfar Noer, pemilik usaha feedlot di Dusun Serseran tersebut, menuturkan bahwa usahanya merupakan warisan nilai dari orang tuanya.

Saat ini, ia mengelola 11 ekor sapi dengan fokus pada pemilihan bibit kurus namun sehat untuk digemukkan secara intensif.

“Kunci utamanya adalah efisiensi biaya pakan dan perawatan untuk memaksimalkan cashflow. Kami menggunakan manajemen pakan kombinasi konsentrat berkualitas tinggi dan hijauan secara intensif,” terang Anis saat ditemui di lokasi.

Ia menambahkan, teknis perawatan yang ia terapkan meliputi;
Sistem Kandang Individu: Menggunakan sekat berukuran 1,5 x 2,5 meter untuk membatasi gerak sapi agar energi pakan terfokus pada produksi daging.

Kesehatan Terpadu:

Pemberian vaksinasi, vitamin, dan obat cacing secara berkala untuk mencegah penyakit dan stres pada ternak.

Kebersihan Lingkungan:

Menjaga sanitasi kandang secara ketat guna menjamin kenyamanan sapi.

Target Jangka Pendek
Dengan metode tersebut, Anis menargetkan waktu penggemukan optimal dalam jangka waktu 3 hingga 6 bulan untuk mencapai bobot jual maksimal.

Keberhasilan model skala kecil ini diharapkan dapat direplikasi oleh warga desa lainnya melalui pendampingan Yayasan Pusaka Desa.

“Dari hobi menjadi hal yang menyenangkan sekaligus menghasilkan,” pungkas Anis.

Laporan: Moh. Anwar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *