Tragedi Maut Dipesta Pernikahan Putra Gubernur KDM di Garut Siapa yang Bertanggungjawab?

Tragedi Maut Dipesta Pernikahan Putra Gubernur KDM di Garut Siapa yang Bertanggungjawab?
Suasana haru dan penuh sukacita mewarnai Pendopo Garut, Kabupaten Garut, Rabu (16/7/2025), saat Maula Akbar Mulyadi Putra, anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, resmi mempersunting Luthfianisa Putri Karlina.

Tragedi Maut Dipesta Pernikahan Putra Gubernur KDM di Garut Siapa yang Bertanggungjawab?

Garut – Temporatur.com

Tragedi maut yang terjadi di pesta pernikahan putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Maula Akbar Mulyadi, dengan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menumbuhkan pertanyaan dan desakan Publik siapa yang bertanggung jawab ?

Sebanyak 26 orang menjadi korban dalam insiden kericuhan saat sesi hiburan dan makan gratis, Jumat (18/7), dengan tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Insiden desak-desakan massa yang diduga berebut makanan gratis menyebabkan 3 orang meninggal dunia.
Korban meninggal dunia diantaranya;
Vania Aprilia (8), warga Sukamentri.
Dewi Jubaedah (61), warga Jakarta Utara.
Bripka Cecep Saeful Bahri (39), anggota Polres Garut.

Saat ini seluruh korban dilarikan ke RSUD dr Slamet dan RS Guntur untuk mendapatkan perawatan.

Bacaan Lainnya

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan duka cita mendalam dan membatalkan seluruh rangkaian kegiatan resepsi selanjutnya, kata Bupati Garut Abdusy Syakur Amin.

Bupati Garut menyebutkan insiden ini terjadi akibat kesalahan dari pihak eksternal yang mengatur acara, namun tidak merinci siapa yang dimaksud.

“Kami tidak ingin mengambil risiko lebih lanjut. Semua kegiatan lanjutan kami tunda atau tiadakan, demi fokus pada. penanganan korban dan evaluasi,” ujar Syakur di Pendopo Garut.

“Kami tegaskan ini kesalahan dari pihak eksternal, bagian dari rangkaian kegiatan resepsi. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan, termasuk pendalaman oleh pihak kepolisian,” tegasnya.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari penyelenggara terkait nama atau lembaga pihak eksternal yang disebut bertanggung jawab atas kelalaian tersebut. Kepolisian dikabarkan tengah melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kericuhan.

Peristiwa ini menjadi sorotan tajam karena skala acara yang besar, keterlibatan pejabat tinggi daerah, dan minimnya
antisipasi terhadap membludaknya warga yang hadir.

Pesta Rakyat yang Berujung Duka

Ribuan warga diketahui memadati area sekitar Pendopo Pemkab Garut untuk menghadiri pesta rakyat sekaligus menikmati makanan gratis. Namun, pengaturan jalur masuk dan kapasitas tampaknya tidak proporsional dengan antusiasme warga.

Panggung hiburan yang semula direncanakan digelar malam harinya pun akhirnya dibongkar total.

Kini, perhatian publik tertuju pada siapa yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kelalaian ini. Apakah pihak penyelenggara, panitia lokal, atau justru pengamanan yang dianggap tak siap?, seperti di kuti dari Berimbang.com.**

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *