Masa Grudug TPST Bantar Gebang Tuntut Pemberdayaan Warga Lokal
Ratusan warga dari 4 kelurahan di Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, melakukan aksi demonstrasi di TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) Bantar Gebang pada Rabu siang (16/07/25).
Masa melakukan protes karena merasa tidak diprioritaskan untuk bekerja di fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) yang berada di wilayah mereka.
Warga menuntut agar manajemen fasilitas RDF memprioritaskan warga lokal dari Kecamatan Bantar Gebang dalam rekrutmen tenaga kerja.
Warga juga mendesak adanya transparansi dalam proses rekrutmen dan informasi mengenai lowongan kerja di RDF Bantar Gebang.
“Disini ada sekitar 250 warga Bantar Gebang kami berharap untuk fasilitas RDF ini menerima karyawan dari wilayah Bantar Gebang, Cikiwul,Cikarang Udik dan Sumur Batu” cetus salah warga dlm orasinya.
Warga merasa terdampak negatif oleh keberadaan fasilitas pengolahan sampah, mulai dari pencemaran air hingga lingkungan yang tidak sehat.
Koordinator aksi, Happy Haerul Saleh, menyatakan bahwa warga akan menutup operasional fasilitas RDF jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Saat ini, proses mediasi antara warga dan pihak pengelola masih berlangsung, lontar nya.
(Red)















