Warga Keluhkan Penutupan Akses Jalan Sekitar Kawasan Kota Harapan Indah

Warga Keluhkan Penutupan Akses Jalan Sekitar Kawasan Kota Harapan Indah
Keterangan foto: Simon Kristian ketua Ormas Barabaja Kabupaten Bekasi

Warga Keluhkan Penutupan Akses Jalan Sekitar Kawasan Kota Harapan Indah

Bekasi – Temporatur.com

Penutupan jalan di Kota Harapan Indah, Bekasi, akibat proyek perbaikan saluran air dan jembatan oleh PT Hasana Damai Putra (HDP) menimbulkan kesulitan akses mobilitas dan akitivitas bagi warga sekitar.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Yana Suyatna, menjelaskan bahwa penutupan jalan ini diperlukan untuk pelaksanaan proyek perbaikan saluran dan jembatan yang dilakukan oleh PT.Hasana Damai Putra (HDP), setelah di tutup total akses jalan tersebut, kini di buka satu jalur karena adanya protes dari masyarakat.

Dampak lenutupan jalan menyebabkan kemacetan di wilayah sekitar, karena warga harus mencari jalan alternatif yang lebih jauh sehingga mengakibatkan aktivitas warga terganggu

Warga kesal dan merasa terganggu karena harus menggunakan jalan alternatif yang lebih panjang, ungkap salah satu warga pengguna jalan.

Bacaan Lainnya

Senada dikatakan oleh Simon Kristian salah satu warga yang juga ketua Ormas Barabaja Kabupaten Bekasi mengungkapkan bahwa warga masyarakat pengguna jalan merasa terganggu dalam beraktifitas, di tambah lagi penutupan jalan ini berlangsung lama, ujar Simon Kristian, pada Sabtu, 22/06/2025.

” Setelah adanya keluhan dari masyarakat, pihak pengembang membuka satu jalur sebagai bentuk kompromi untuk mengurangi dampak penutupan jalan.

Hal serupa terjadi di Kota Bekasi, penutupan jalan juga pernah dilakukan pada Jalan Pekayon selama 2 minggu untuk rehabilitasi saluran drainase. DBMSDA Kota Bekasi telah menyiapkan panduan untuk pengendara dan menempatkan petugas pengatur lalu lintas untuk membantu kelancaran dan ketertiban lalu lintas

 

Simon Kristian, berharap agar kepada Pemkab Bekasi dalam hal ini Dunas Perhubungan, agar penutupan jalan segera dibuka karena sangat mengganggu masyarakat.

Menurut Simon,berdasarkan informasi yang beredar penutupan jalan juga karena adanya persaingan bisnis antara pengembang PT.HDP dan Summarecon,sehingga saling menutup akses jalan, tutur Simon Kristian.

“Janganlah mempersulit atau menghambat aktivitas warga sekitar, dampaknya sangat mengganggu aktivitas warga,”pungkasnya.

(Red/SS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *