Breaking News
light_mode
Beranda » Religi » Ketika Harta Dunia Mengoyak Persaudaraan

Ketika Harta Dunia Mengoyak Persaudaraan

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Senin, 2 Okt 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Foto Istimewa

Foto Istimewa ilustrasi 

Temporatur.com

Ketika Harta Dunia Mengoyak Pwrsaudaraan

Dalam kitab Tarikh Dimasyqa (5/85), Ibnu Asakir menukil kisah dari Ahmad bin Ammar Al Asadi rahimahumallah,

Hari itu, kami berjalan bersama seorang guru saat prosesi mengiring jenazah.
Kala itu, sang guru berjalan bersama beberapa muridnya.

Di sela perjalanan, terlihat segerombolan anjing sedang berkumpul sambil asyik bermain. Sebagian anjing-anjing itu bercanda dengan menyemburkan air liurnya, lalu sebagian temannya yang lain menjilatinya.

Lantas, sang guru tadi menoleh ke arah muridnya sambil berkata:
Lihatlah kawanan anjing-anjing itu.
Begitu baik perilaku sebagian mereka terhadap temannya yang lain.

️Lanjut cerita, setelah selesai proses pemakaman berlangsung, lantas kami kembali pulang.
Kami pun melewati kembali gerombolan anjing-anjing tadi dan didapati sepotong bangkai terbuang di tengah kawanan anjing itu.

Benar saja, anjing-anjing tadi semuanya berkumpul berebut potongan bangkai itu.
Mereka saling hantam.
Anjing yang satu saling merampas bangkai hasil dapatan anjing yang lain.
Mereka pun terlihat saling ribut menggonggong.
Kawanan anjing itu (yang tadinya saling berteman), kini saling berkelahi gara-gara berebut sepotong bangkai.

Sontak sang guru menolehkan wajah kepada muridnya sambil berkata:
Wahai muridku, apa kalian sudah melihat jelas kejadian itu?.”
Saat dunia tidak ada di tengah kalian, maka kalian akan rukun bersaudara.
Akan tetapi, di kala dunia terhidang di tengah-tengah kalian, maka kalian akan saling hantam memperebutkannya, persis seperti anjing-anjing itu memperebutkan potongan bangkai.”

Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat, sabar, ikhlas, bersyukur serta istiqomah dalam ketaatan
Aamiin Ya Alamiin.(**)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less