Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » Daerah » Sungai Cipunegara Meluap, Jalur Pantura dan Pemukiman di Pamanukan Subang Terjang Banjir

Sungai Cipunegara Meluap, Jalur Pantura dan Pemukiman di Pamanukan Subang Terjang Banjir

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sungai Cipunegara Meluap, Jalur Pantura dan Pemukiman di Pamanukan Subang Terjang Banjir

SUBANG – Temporatur.com

Debit air Sungai Cipunegara mengalami peningkatan signifikan hingga meluap ke pemukiman warga dan merendam sejumlah titik strategis di wilayah Pantura Subang sejak Jumat (30/1/2026).

Luapan air yang dipicu cuaca ekstrem ini menyebabkan ribuan rumah di beberapa desa terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 2 meter di wilayah yang paling parah.

Wilayah terdampak banjir meluas hingga ke 8 kecamatan di Kabupaten Subang. Lokasi terparah dilaporkan berada di Kecamatan Pamanukan, khususnya Desa Mulyasari dan Desa Pamanukan Hilir, di mana warga terpaksa mengungsi ke kolong flyover Pamanukan.

Air sempat melimpah hingga masuk ke badan Jalan Pantura di Desa Mulyasari, yang mengganggu kelancaran arus lalu lintas di jalur utama tersebut.
Kondisi Warga:Sungai Cipunegara Meluap, Jalur Pantura dan Pemukiman di Pamanukan Subang Terjang Banjir
SUBANG – Debit air Sungai Cipunegara mengalami peningkatan signifikan hingga meluap ke pemukiman warga dan merendam sejumlah titik strategis di wilayah Pantura Subang sejak Jumat (30/1/2026). Luapan air yang dipicu cuaca ekstrem ini menyebabkan ribuan rumah di beberapa desa terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 2 meter di wilayah yang paling parah.
Poin-Poin Utama Kejadian:
Wilayah Terdampak: Banjir meluas hingga ke 8 kecamatan di Kabupaten Subang. Lokasi terparah dilaporkan berada di Kecamatan Pamanukan, khususnya Desa Mulyasari dan Desa Pamanukan Hilir, di mana warga terpaksa mengungsi ke kolong flyover Pamanukan.
Dampak Transportasi: Air sempat melimpah hingga masuk ke badan Jalan Pantura di Desa Mulyasari, yang mengganggu kelancaran arus lalu lintas di jalur utama tersebut.
Kondisi Warga: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan ketinggian air di pemukiman bervariasi antara 40 cm hingga lebih dari 100 cm. Petugas gabungan telah melakukan evakuasi terhadap kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan warga yang sakit.
Kerugian Lahan: Selain pemukiman, diperkirakan sekitar 4.000 hektar sawah di Subang juga terendam, yang memicu kekhawatiran terjadinya gagal panen (puso) massal.
Hingga Minggu (1/2/2026), meskipun di beberapa titik air mulai menunjukkan tren surut, warga tetap diimbau waspada oleh pihak BPBD Subang karena potensi hujan susulan yang dapat kembali meningkatkan debit sungai secara mendadak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan ketinggian air di pemukiman bervariasi antara 40 cm hingga lebih dari 100 cm.

Petugas gabungan telah melakukan evakuasi terhadap kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan warga yang sakit.

Selain pemukiman, diperkirakan sekitar 4.000 hektar sawah di Subang juga terendam, yang memicu kekhawatiran terjadinya gagal panen (puso) massal.

Hingga Minggu (1/2/2026), meskipun di beberapa titik air mulai menunjukkan tren surut, warga tetap diimbau waspada oleh pihak BPBD Subang karena potensi hujan susulan yang dapat kembali meningkatkan debit sungai secara mendadak.

(EK/Red)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less