Berita, Hukum, Nasional, News, Pemerintahan, Tokoh Profil

Sang Bapak Veteran Itu Bernama Letnan Jenderal TNI H. M Sarbini

Sejarah, – Temporatur.com || Letnan Jenderal TNI (Anumerta) H. M. Sarbini adalah sosok militer tangguh yang namanya abadi dalam sejarah perjuangan bangsa. Lahir di Kebumen, Jawa Tengah, ia dikenal bukan hanya sebagai pejuang garis depan dalam mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga sebagai Bapak Veteran Indonesia gelar kehormatan yang melekat karena dedikasinya dalam memperjuangkan nasib para pejuang tanah air. Semasa karier militernya dimulai saat masa pendudukan Jepang. M. Sarbini menempuh pendidikan opsir PETA (Pembela Tanah Air) di Bogor antara tahun 1942 hingga 1945, dan setelah lulus, ia menjabat sebagai Chudanco Saidan II PETA di Gombong, Kebumen. Namun, ketika Jepang kalah dan PETA dibubarkan, Sarbini tak tinggal diam. Ia segera pulang ke kampung halamannya dan membentuk Barisan Keamanan Rakyat (BKR) cabang Kebumen pada September 1945, di mana ia dipercaya sebagai ketuanya. SelanjutnyaSidang Korupsi Tuper DPRD Kabupaten Bekasi Memanas: Kuasa Hukum Soleman Tegur Saksi, Tim Rahmat Atong Bongkar Alur PerbupKetegasan dan kepemimpinannya segera menarik […]

Berita, Nasional, News, Pemerintahan, Tokoh Profil

Sosok Sang Panglima Gerilya, Jenderal Soedirman

Sejarah, –  Temporatur.com || Dari Anak Desa Jadi Guru Bangsa. Lahir  sebuah rumah kayu sederhana di Bantarbarang, Rembang, Purbalingga, pada 24 Januari 1916, lahir seorang bayi laki-laki bernama Soedirman. Ayah kandungnya, Karsid Kartowirodji, bekerja sebagai buruh pabrik gula, sementara ibunya, Siyem, adalah perempuan desa yang taat beribadah. SelanjutnyaSidang Korupsi Tuper DPRD Kabupaten Bekasi Memanas: Kuasa Hukum Soleman Tegur Saksi, Tim Rahmat Atong Bongkar Alur PerbupKarena keterbatasan ekonomi, Soedirman kecil kemudian diangkat anak oleh Raden Cokrosunaryo, seorang guru sekolah rakyat. Dari ayah angkatnya inilah ia mengenal dunia pendidikan, kedisiplinan, dan nilai luhur keislaman yang kelak membentuk jiwanya. Masa kecil sang Panglima tidaklah mudah. Ia sering sakit-sakitan dan harus berjalan jauh untuk sekolah. Namun ia selalu menempuh pendidikan dengan tekun menempuh Hollandsch Inlandsche School (HIS) Cilacap, lalu melanjutkan ke HIK (Hollandsch Indlandsche Kweekschool) Muhammadiyah di Surakarta, sekolah guru bergengsi bagi pribumi kala itu. SelanjutnyaKlaim Sudah Dilelang Sejak 2022, Kendaraan Motor Bekas Aset […]

Tidak Ada Pos Lagi.

Tidak ada laman yang di load.