Temporatur.com

Menyibak Fakta Terpercaya

GMBI Kota Bekasi Unjukrasa Depan Kantor KPUD Kota Bekasi

GMBI Kota Bekasi Unjukrasa Depan Kantor KPUD Kota Bekasi

Bekasi ||

LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia ( GMBI) kota Bekasi menggelar aksi unjuk rasa di depan KPU Kota Bekasi, pada Rabu, 22 Mei 2024.

Dalam orasinya GMBI menduga adanya dugaan suap di lembaga KPU yang melibatkan oknum
politikus.

Menurut Ketua GMBI, Abah Jaka, oknum komisioner yang melakukan perjalanan ke Bali tanpa etika telah mencoreng integritas pemilu yang seharusnya jujur dan beretika, ujarnya, (Rabu 22/05).

Berdasarkan informasi yang beredar, terdapat Komisioner KPU berinisial E, ketua PSI berinisial H, dan beberapa anggota PPK serta PPS yang melakukan perjalanan ke Bali. Hal ini dapat dibuktikan dengan tersebarnya foto-foto mereka saat berlibur, yang merugikan masyarakat Kota Bekasi terkait penyelenggaraan pemilu 2024.

Abah Jaka mendesak Ketua KPU Kota Bekasi, Ali Syaifa, untuk menonaktifkan komisioner yang bermasalah dan meninjau ulang penghitungan suara apabila terdapat kecurangan. Penyelenggaraan pemilu haruslah transparan dan adil, sehingga caleg yang terpilih benar-benar mewakili kehendak rakyat Kota Bekasi.

Demo yang dilakukan oleh GMBI diawasi oleh pihak kepolisian, TNI, dan Satpol PP dalam suasana yang kondusif. Abah Jaka berharap tindakan ini menjadi pelajaran bagi masyarakat Kota Bekasi untuk aktif dalam berdemokrasi. Gerakan ini dilakukan demi mewujudkan pemilu 2024 yang sesuai dengan harapan warga Kota Bekasi dan menghasilkan anggota DPRD yang berkualitas untuk masyarakat setempat.

Dalam upaya memperbaiki tata kelola pemilu, penting bagi semua pihak terkait untuk menjaga integritas dan moralitas. Keberlangsungan demokrasi harus dilandaskan pada prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan partisipasi aktif masyarakat. Semua pihak terlibat harus bertanggung jawab dan bekerja sama untuk menghindari kecurangan dan memastikan proses pemilu berjalan dengan baik.

Kami bersama-sama berkomitmen untuk menjaga kejujuran dalam pelaksanaan pemilu, sehingga masyarakat Kota Bekasi dapat mempercayai hasil yang dihasilkan. Pilihan rakyat harus dihormati dan dihargai, serta tidak boleh dimanipulasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Melalui langkah-langkah yang diambil, kami berharap Kota Bekasi dapat menjadi contoh dalam pelaksanaan pemilu yang transparan dan demokratis. Setiap suara warga harus dihargai, dan proses pemilu harus adil dan bebas dari intervensi yang merugikan kepentingan publik.

Mari kita bersama-sama menjaga integritas pemilu dan memastikan keadilan bagi semua pihak. Dengan kerjasama yang kuat dan komitmen yang teguh, kita dapat membangun demokrasi yang sehat dan memberikan pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat Kota Bekasi, pungkasnya. ***

Reporter: Ruslan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *