Temporatur.com

Menyibak Fakta Terpercaya

Warga Mengkhawatirkan Kendala Kekeringan Kurangnya Pasokan Air Untuk Pertanian beberapa Desa di Kecamatan Sukatani

Advertisements
70 / 100

Warga Mengkhawatirkan Kendala Kekeringan Kurangnya Pasokan Air Untuk Pertanian beberapa Desa di Kecamatan Sukatani

Bekasi – Jabar || Temporatur.com

Advertisements

Tokoh masyarakat Sukatani Minin Muslim berharap agar pemerintah Kabupaten Bekasi mengambil tindakan terhadap masalah air yang berdampak pada pertanian di wilayahnya.

Minin Muslim mengungkapkan kekhawatiramya akan berkurangnya pasokan air pertanian diwilayahnya,karena
adanya dugaan pihak PDAM di wilayah Cibitung membiarkan air masuk ke wilayah Sukatani, tetapi selalu menutup pasokan air ke daerah tersebut,katanya.

 

Minin Muslim Tokoh Masyarakat Desa Sukaasih
Minin Muslim Tokoh Masyarakat Sukatani

‘Hal ini patut dipertanyakan apakah pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi dan PJT Jatiluhur terlibat dalam permainan yang merugikan masyarakat banyak, tegas Minin Muslim, (Jumat 14/06/2024).

Lanjut Minin mengatakan bahwa, dampak kekeringan yang dirasakan di wilayah Bulak Manggah sebelah barat, Bulak Lebar sebelah selatan, utara, Kp. Teriti, Buniayu Desa Banjar Sari, Suka Asih, Suka Hurip, dan Tambelang sangat memprihatinkan. Bahkan beberapa masyarakat yang terpaksa membuat sumur bor sendiri di tengah sawah akibat kurangnya air yang mengalir ke sawah, terangnya.

Menurut Minin Muslim, pertanian merupakan sektor penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat di wilayah tersebut. Tanpa pasokan air yang cukup, pertanian akan terganggu dan menyebabkan kerugian ekonomi bagi petani. Selain itu, kekeringan juga dapat berdampak negatif pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, tukasnya.

“Penanggulangan kekeringan dan penjaminan pasokan air untuk pertanian merupakan tanggung jawab pemerintah. Pemerintah Kabupaten Bekasi harus segera mengambil tindakan konkret untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti PJT  Jati Luhur dan PDAM untuk memastikan distribusi air yang adil dan merata ke seluruh wilayah, imbuh Minin Muslim yang juga selaku ketua harian Ormas Jajaka Nusantara.

Selain itu sambungnya,kampanye penyuluhan mengenai pengelolaan sumber daya air dan pengurangan limbah juga perlu ditingkatkan. Masyarakat perlu diberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjaga keberlangsungan sumber air bersih untuk pertanian dan kehidupan sehari-hari.

“Pemerintah juga perlu mempertimbangkan solusi jangka panjang seperti pengembangan infrastruktur irigasi yang lebih modern dan efisien, serta pemanfaatan teknologi untuk mengoptimalkan penggunaan air dalam pertanian. Program-program penyediaan air bersih dan pengelolaan sumber daya air juga harus diintensifkan demi menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, tambahnya.

Minin Muslim juga menegaskan pentingnya untuk menciptakan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya dalam upaya mengatasi kekeringan dan memastikan ketersediaan air yang memadai untuk pertanian. Dengan kerjasama yang baik dan langkah-langkah yang tepat, diharapkan masalah kekeringan dan penaguran sawah di wilayah Kabupaten Bekasi dapat segera teratasi untuk kebaikan bersama, pungkasnya. **

(SS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup