#Lq Indonesia Lawfirm Bongkar Modus Operandi Juristo CS, Bobol 22 Milyar Asuransi Sun Life#lqindonesialawfirm#Sunlife#temporatur.com
Keterangan: Pengurus Pusat KPCDI audiensi dng Menkes. [dok:ist] JAKARTA (12/03) – Bertepatan dengan World Kidney Day (WKD) 2026 yang mengusung tema “Kesehatan Ginjal untuk Semua – Merawat Manusia, Melindungi Bumi”, Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI), menilai pemerintah gagal memberikan transparansi informasi mengenai pilihan terapi pengganti ginjal. Kondisi ini mengakibatkan pasien terjebak dalam layanan mesin cuci darah (Hemodialisis/HD) dan memicu pembengkakan anggaran BPJS Kesehatan yang tidak terkendali. SelanjutnyaAPDESI Kabupaten Bekasi Keluhkan Pencairan Bagi Hasil Pajak Hanya Satu BulanKetua Umum KPCDI, Tony Richard Samosir menjelaskan, data Indonesian Renal Registry (IRR) 2024 menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan–dari 136.793 pasien aktif dan 60.034 pasien baru, sekitar 98% pasien hanya menjalani HD. Sementara itu, terapi alternatif yang lebih mandiri seperti Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) hanya mencakup 2%, dan angka transplantasi ginjal—yang secara medis merupakan solusi terbaik—masih tertahan di bawah 1%. “Di Indonesia, pasien gagal ginjal seolah digiring langsung ke mesin cuci darah tanpa penjelasan […]
Berita Terbaru
Temporatur.com
Kamaruddin Simanjuntak Desak Jaksa Agung Copot Sesjampidsus Terkait Kasus Pemerasan Rp10 Miliar
Jakarta || Temporatur.com SelanjutnyaPerkuat Pelayanan Publik, Bupati Taput Kunjungi MPP Kabupaten BadungKajati Jawa Tengah, Andi Herman yang kini menjabat Sesjampidsus Kejaksaan Agung ‘buang badan’. Dia menepis disebut pihak yang telah memerintahkan Putri Ayu Wulandari terkait dugaan pemerasan Rp.10 miliar kepada Agus Hartono di Kejati Jawa Tengah. Andi Herman beralasan kasus tersebut terjadi di Jawa Tengah, sedangkan dirinya di Jakarta. “Saya enggak tahu,” ucap Andi saat dihubungi awak media via telepon selularnya, Sabtu (26/11/2022). SelanjutnyaPenjual Pil Koplo di Halim Akui Setor Uang Bulanan ke Oknum Berseragam AktifAndi mengelak dituding sebagai pihak yang memerintahkan dugaan aksi pemerasan tersebut dengan alasan dirinya sudah di Jakarta (sebagai Sesjampidsus) Kejaksaan Agung. Andi mengaku namanya dicatut oleh Putri Ayu Wulandari selaku Koordinator Jaksa pada Kejati Jateng. “Saya tidak tahu, mas. Nama saya dibawa-bawa (dicatut). Kalau mau konfirmasi, ya sama dia (Putri Ayu Wulandari) aja,” ujarnya. SelanjutnyaZainal Fahri Dorong Pemilihan BPD Karang Sambung Secara Terbuka: “Konstitusi […]
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.


















