Temporatur.com

Menyibak Fakta Terpercaya

Diduga 11 Oknum Guru Turut Andil Menutup Kasus Kekerasan Sexsual Terhadap Anak Dibawah Umur di SMA Islam  Pagaralam??

Advertisements
61 / 100

Diduga 11 Oknum Guru Turut Andil Menutup Kasus Kekerasan Sexsual Terhadap Anak Dibawah Umur di SMA Islam  Pagaralam??

Pagar Alam || Temporatur.com

Advertisements

Tim pengacara kantor hukum POEYANK yang mewakili korban kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, pada Rabu 12 Juni 2024, mendatangi UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak di Kota Pagaralam.

Dalam pertemuan tersebut, tim pengacara korban menjelaskan bahwa mereka resmi ditunjuk sebagai pengacara korban kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur sejak 9 Juni 2024.

Tim Pengecara menyerahkan salinan berkas surat pengakuan dari pelaku kejahatan kekerasan seksual anak di bawah umur dengan inisial IS, yang merupakan seorang guru di salah satu sekolah menengah atas swasta terkemuka di Kota Pagaralam.

Neko Ferlyno SH CPL, yang menjadi perwakilan dari tim pengacara, menyampaikan ke UPTD PPA yang terdiri dari anggota dinas sosial Pemerintah Kota Pagaralam, Dinas Keluarga Berencana Kota Pagaralam, dan Kementerian, bahwa proses penyidikan terhadap kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur sudah dilakukan oleh pihak Kepolisian.

Ti Pemmngecara dari KoTim pengacara kantor hukum POEYANK yang mewakili korban kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, pada tanggal 12 Juni 2924, telah menyambangi UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak di Kota Pagaralam. Dalam pertemuan tersebut, tim pengacara korban menjelaskan bahwa mereka resmi ditunjuk sebagai pengacara korban kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur sejak 9 Juni 2024. Mereka juga menyerahkan salinan berkas surat pengakuan dari pelaku kejahatan kekerasan seksual anak di bawah umur dengan inisial IS, yang merupakan seorang guru di salah satu sekolah menengah atas swasta terkemuka di Kota Pagaralam.

Neko Ferlyno SH CPL, yang menjadi perwakilan dari tim pengacara, menyampaikan ke UPTD PPA yang terdiri dari anggota dinas sosial Pemerintah Kota Pagaralam, Dinas Keluarga Berencana Kota Pagaralam, dan Kementerian, bahwa proses penyidikan terhadap kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur sudah dilakukan oleh pihak Kepolisan Pagaralam.

Tim Kuasa korban meminta dukungan dari UPTD PPA untuk membantu dalam penangkapan dan penahanan pelaku secepat mungkin, ujar Neko.

Neko juga menanyakan peran UPTD PPA Pagaralam dalam penanganan kasus tersebut.

Salah satu anggota UPTD PPA menjelaskan bahwa mereka telah mendampingi korban selama proses psikologi forensik di RS Bhayangkara Palembang, serta menghadiri pemeriksaan saksi di Polres Pagaralam. Mereka juga memberikan konseling dan terapi psikis kepada korban tanpa publikasi media demi menghindari dampak psikis lebih lanjut. Selain itu, UPTD PPA juga telah mendapatkan surat dari Polres Pagaralam untuk mendampingi korban dalam laporan sosial dan pengambilan keputusan,katanya

Kemudian, Neko juga menanyakan apakah UPTD PPA memiliki kewenangan untuk memeriksa sebelas saksi yang menandatangani surat perdamaian antara pelaku dan korban.

UPTD PPA hanya bertanggung jawab untuk membantu korban, bukan untuk memeriksa saksi. Neko menegaskan bahwa perdamaian antara korban dan pelaku, yang difasilitasi oleh kedua belas saksi yang merupakan guru di sekolah menengah atas Islam terkemuka di Kota Pagaralam, bertentangan dengan hukum dan berpotensi melanggar hukum pidana terkait kekerasan seksual,tegasnya.

Terakhir, baik Neko Ferlyno SH CPL maupun UPTD PPA sepakat untuk bekerja sama dalam mendampingi korban dan memastikan bahwa kasus tersebut segera diselesaikan dengan penangkapan pelaku kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur.

“Kami akan mengawal proses hukum ini dengan profesionalisme dan keseriusan yang tinggi untuk memberikan keadilan bagi korban imbuhnya.

“kita bersama-sama harus memastikan bahwa korban kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur mendapatkan perlindungan dan keadilan yang layak.
Semoga kasus ini segera terselesaikan dengan bijaksana dan adil, pungkasnya***

Reporter : Sudi Supratman 

Keperwil Sumsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup