Destinasi Wisata Alam Gunung Embun: “Negeri di Atas Awan” yang Menawan di Kabupaten Paser
Temporatur.com, – Paser (Kaltim)
Wisata alam Gunung Embun atau yang juga dikenal sebagai Saing Boga, sering disebut sebagai “negeri di atas awan” berlokasi di Desa Luan, Kecamatan Muara Samu, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, dan kini menjadi salah satu destinasi favorit di daerah tersebut.
Tempat wisata ini mulai dikenal luas oleh masyarakat setelah masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API Award) tahun 2020 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam kategori dataran tinggi terpopuler di Indonesia.
Gunung Embun sangat cocok untuk berlibur di akhir pekan maupun pada hari libur besar seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, serta hari libur nasional lainnya, karena suasana sejuk dan pemandangan alam yang memukau mampu memberikan kesegaran setelah aktivitas harian atau sebagai momen berkumpul bersama keluarga dan teman.
Ada tiga rute yang dapat ditempuh untuk mencapai Gunung Embun, baik dengan menggunakan sepeda motor maupun kendaraan roda empat:
Rute pertama dari Penajam Paser Utara (PPU): Lurus menuju Kota Tana Paser, melewati Kelurahan Kuaro atau terminal antar provinsi. Setelah sekitar 10 menit, akan menemukan jalur dua tikungan menanjak di persimpangan Desa Lolo, kemudian belok kanan menuju Desa Luan dengan perjalanan 30-45 menit melalui jalan tanah berbatu.
Rute kedua dari arah Tanah Grogot: Menuju simpang tiga Desa Lolo sejauh 21 kilometer atau sekitar 29 menit, kemudian belok kiri menuju Gunung Embun dengan waktu tempuh 30-45 menit.
Rute ketiga dari Tanah Grogot melalui Desa Tanah Periuk: Menuju Desa Lempesu kemudian ke Desa Luan dengan perjalanan sekitar satu jam. Jalan sebagian beraspal dan cor rigid hingga Desa Olong Pinang, setelahnya beralih menjadi aspal berlubang dan tanah berbatu. Rute ini lebih disarankan ditempuh bersama tour guide karena rambu petunjuk ke lokasi belum tersedia.
Banyak pengunjung yang menyampaikan harapan kepada dinas pariwisata dan dinas pekerjaan umum terkait untuk lebih memperhatikan infrastruktur menuju lokasi wisata. Mereka berharap jalan menuju Gunung Embun dapat diperbaiki dan diperkuat, terutama bagian yang masih berupa tanah berbatu atau aspal berlubang, serta penambahan rambu petunjuk yang jelas agar akses menjadi lebih mudah dan aman bagi semua wisatawan.
Sesampainya di lokasi, wisatawan dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia, antara lain gazebo, kios untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM), pos jaga, musala, area parkir, toilet, tempat swafoto, dan area camping.
Pada beberapa kesempatan tertentu, Gunung Embun juga menyelenggarakan festival parlayang yang menghadirkan atlet dari berbagai provinsi di Indonesia bahkan dari luar negeri.
Untuk menikmati keindahan kabut tebal dan embun yang berada tepat di puncak gunung, wisatawan disarankan untuk menginap atau berangkat sejak dini hari. Embun biasanya mulai muncul sebelum pukul 06.00 pagi dan mulai berkurang setelah pukul 08.00 pagi.
(Ipan)















