CSR PT Schott Igar Glass Bentuk Tanggungjawab Sosial Lingkungan Perusahaan
Penyerahan bantuan tempat sampah oleh perusahaan kepada LPM Mitra Industri Desa Sukaresmi menjadi langkah awal yang patut diapresiasi.
Bantuan tersebut bukan sekadar simbol kepedulian, tetapi representasi hadirnya dunia usaha dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Di tengah dinamika kawasan industri yang terus berkembang, Desa Sukaresmi tidak hanya menjadi wilayah administratif, tetapi juga ruang hidup masyarakat yang membutuhkan dukungan berkelanjutan.
Program CSR PT. Schott Igar Glass seperti pengadaan sarana kebersihan merupakan bagian penting dalam membangun budaya lingkungan yang sehat dan tertib.Namun, tantangan pembangunan desa hari ini tidak berhenti pada bantuan fisik semata.
CSR ke depan perlu diarahkan pada program yang bersifat strategis dan berkelanjutan,pemberdayaan UMKM, pelatihan keterampilan tenaga kerja lokal, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, beasiswa pendidikan, hingga penguatan kelembagaan masyarakat.
LPM sebagai mitra pembangunan di tingkat desa memiliki peran strategis untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dengan potensi perusahaan. Kolaborasi yang terbangun harus mengarah pada penguatan kemandirian masyarakat, bukan ketergantungan.
Momentum ini juga sejalan dengan agenda SDGs Desa, khususnya pada tujuan Desa Tanpa Kemiskinan, Desa Peduli Lingkungan, Desa Layak Kerja, dan Desa Berkelanjutan.
Dunia usaha yang beroperasi di wilayah desa sudah selayaknya mengambil peran aktif, bukan hanya sebagai pelaku ekonomi, tetapi sebagai mitra pembangunan sosial.
Ke depan, diharapkan seluruh perusahaan di wilayah Desa Sukaresmi dapat mengambil bagian dalam program nyata dan terukur.
CSR harus menjadi investasi sosial jangka panjang yang menciptakan dampak, bukan sekadar kegiatan seremonial,karena pada akhirnya, kemajuan industri harus berjalan beriringan dengan kemajuan masyarakatnya.
Sumber opini : JS.Sulaksana















